online poker

HaCkEd By RxR HaCkEr

Posted by: felixsteven86  :  Category: Tips

 

HaCkEd By RxR HaCkEr

just for fun

GeNErAL ~ Error 7rB
Skype:a.789a

Tips agar Flashdisk bisa dicopy file lebih besar dari 4 giga

Posted by: felixsteven86  :  Category: Tips

usb-flash-diskAnda merasa bingung, mengapa flashdisk anda tidak dapat di copy file berukuran lebih besar dari 4 GB, padahal katakanlah kapasitas flashdisk anda berukuran lebih besar 8 GB. Rusak ? tidak, Error ? tidak , kenyataannya flashdisk memiliki file system FAT32 yang memang memiliki kapasitas maksimal 4 GB dalam 1 x transfer file. Jadi langkah yang terpikir oleh anda saat ini adalah me-rar atau iso file anda dan memecah-mecahnya menjadi sebuah file berukuran masing-masing dibawah 4 GB ? Survei membuktikan .. salah !
Ada langkah yang lebih praktis, sangat praktis, yaitu merubah format file system flashdisk anda menjadi NTFS.

Anda mungkin langsung buru-buru ingin melakukan format dan merubah flashdisk anda sebelum membaca langkah-langkah dibawah ini. Tapi koq tidak ada pilihan NTFS di pilihan file system saya ? Makanya baca dulu coi, 2 langkah praktis dibawah ini…
Langkah 1 – Rubah Policies Flash Disk Anda

Pertama. Connect USB Flash Anda Ke PC
Klik Kanan, pilih Properties di My Computer
Pilih Tab Hardware -> Device Manager
Pilih Disk Drive, klik untuk dropdown pilihan,  Anda akan menemukan merk flashdisk anda.
Klik Kanan pada Flash Disk Anda, Pilih Properties -> Tab Policies, Pilih pilihan Ke-2, Optimize For Performance
Langkah 2 – Rubah Tipe File System Flashdisk Anda

Setelah merubah Policies Flash Disk anda, format flashdisk dan rubah format flashdisk anda dari FAT menjadi NTFS.

Jika anda tidak mengerti cara format flasdisk *Sigh*, berikut cara format flashdisk
Buka My Computer, cari drive flashdisk anda, klik kanan, cari pilihan format.
Jika anda telah mengikuti langkah 1, maka akan keluar option NTFS di pilihan File System anda, Rubah ke NTFS, centang quick format, DONE.

Notes :
* Size flashdisk anda sudah tentu harus lebih besar dari 4 GB, agar muat file berukuran 4 GB, ini bukan cara memperbesar kapasitas flashdisk.
*Jika cara ini tidak berhasil, maka flashdisk anda tidak support format NTFS.
*Merek flashdisk yang saya gunakan adalah Kingstone

Ingin Meningkatkan Efisiensi Perusahaan ? Gunakan Knowledge Management

Posted by: felixsteven86  :  Category: Knowledge Management

Katakanlah anda seorang manager disebuah perusahaan dimana tingkat turnover perusahaan tersebut dapat dikatakan tinggi. Anda sudah lelah untuk melakukan training berulang kali terhadap staff baru. Anda mengajarkannya pengetahuan tentang perusahaan dan tentu saja, staff tersebut memulai segala sesuatunya dari nol.

Dengan keadaan seperti itu, maka akan sangat tidak efisien dimana karyawan tersebut baru akan siap bekerja maksimal dalam jangka waktu yang tidak pendek. Berterima kasihlah pada seseorang yang bernama Ikujiro Nonaka, seorang Japanese organizational theorist. Anda mungkin tidak mengenalnya, namun beliau melakukan sebuah penelitian yang dapat membantu perusahaan anda untuk maju. Beliau menemukan metode pengolahan knowledge perusahaan untuk digunakan dalam role business.

Dengan adanya Knowledge Management, maka seluruh pengetahuan perusahaan dapat tercatat secara explicit dan terstruktur dengan baik untuk memudahkan sharing knowledge. Belum memiliki gambaran ? Bayangkan konsep dari website Wikipedia, dimana seluruh usernya dapat membagi pengetahuannya menjadi sebuah halaman yang dapat anda search (dan mungkin sedang anda buka sekarang ini ).

Knowledge management (KM) terdiri dari berbagai praktek yang digunakan dalam suatu organisasi untuk mengidentifikasi, menciptakan, merepresentasikan, mendistribusikan dan memungkinkan adopsi wawasan dan pengalaman. Wawasan dan pengalaman seperti itu terdiri dari pengetahuan, baik yang terkandung dalam individu atau organisasi yang tertanam dalam proses atau praktek.

Ada 2 knowledge terpisah pada perusahaan, yaitu individual knowledge dan corporate knowledge.

Individual knowledge dapatterdiri dari :

  • Tacit Knowledge Adalah pengetahuan seseorang yang sulit untuk ditransfer terhadap orang lain dalam artian dicatat maupun penyampaian secara verbal, cth: intuisi
  • ·Explicit Knowledge Adalah pengetahuan yang dapat dengan mudah disampaikan baik secara penulisan, verbal maupun disimpan dalam media tertentu. cth : logika coding

Corporate knowledge dapat terdiri dari

  • Library and Archives Adalah knowledge yang didapat dari arsip arsip perusahaan yang tersimpan
  • Information Systems Adalah knowledge yang terdapat pada sistem informasi perusahaan

Knowledge tersebut dikumpulkan menjadi satu secara terstruktur dalam sebuah database perusahaan dan diinput melalui sebuah interface yang dapat diakses oleh semua staff. Dengan melakukan knowledge management terhadap individual knowledge dan corporate knowledge maka perusahaan anda menjadi sebuah perusahaan yang dapat mengetahui kekuatan dan kelemahannya serta dapat memanfaatkan kekuatan tersebut menjadi sebuah competitive advantage.

Sumber :

http://en.wikipedia.org

Nonaka, Ikujiro (1991). “The knowledge creating company“. Harvard Business Review

-=FiN=-

qrcode

Knowledge Management Sebagai Kultur Perusahaan

Posted by: felixsteven86  :  Category: Knowledge Management

sentralisasi

Knowledge Management

Knowledge manajemen merupakan sebuah unsur yang tak terlepaskan dalam pengambilan sebuah keputusan dalam organisasi. Pengetahuan yang dihasilkan dari analiasi marketing misalkan dalam organisasi bisnis akan dimanfaatkan dalam strategi marketing dikemudian hari. Contoh lain manfaat dalam penerapan knowledge management adalah dalam sebuah organisasi misalnya badan penyuluhan, data-data dalam proses penyuluhan yang dilakukan sebelumnya akan dianalisa hingga terbentuk suatu pengetahuan baru bagaimana cara melakukan penyuluhan sehingga manajemen pengetahun inilah yang dimanfaatkan untuk suksesnya penyuluhan itu sendiri.
Contoh lain manfaat knowledge management adalah untuk meningkatkan daya saing dalam bisnis, hingga suatu perusahaan ada yang mengkategorikan terlebih dahulu pengetahuan itu sendiri menjadi :
• Core knowledge, adalah knowledge inti yang diperlukan sebuah bisnis. Contohnya, jika ingin buka bengkel tentu harus mempunyai mekanik yang handal, peralatan yang lengkap, suku cadang dan lain-lain.
• Advanced knowledge, adalah knowledge yang membuat keunggulan bersaing sehingga sekaligus perusahaan dapat mampu berhadapan langsung dengan pesaingnya. Contohnya, selain dapat memperbaiki kendaraan pada umumnya, sebuah bengkel yang terus mengikuti perkembangan teknologi otomotif akan dapat menangani perbaikan kendaraan masa kini yang sebagian besar sudah computerized. Dengan knowledge yang satu atau dua langkah di depan membuat pesaing akan sempoyongan untuk mensejajarkan diri.
• Innovative knowledge, merupakan knowledge yang membuat perusahaan dapat merubah ‘aturan main’ dunia bisnis yang digeluti dan membuat perusahaan menjadi pemimpin di bidang bisnisnya. Namun ketiga kategori ini tidak bersifat tetap, perusahaan harus tetap waspada. Sebuah perusahaan yang saat ini berada pada tingkat innovative knowledge, karena adanya cara dan teknologi baru yang diterapkan pesaing dapat merosot menjadi berada di core knowledge sehingga ia kehilangan daya saing. Contoh paling aktual adalah hadirnya teknologi CDMA yang merubah peta persaingan bisnis para operator selular.

Kultur Perusahaan , Kunci Utama Dalam KM

Kultur Organisasi (atau Budaya Organisasi) adalah sebuah nilai yang dipegang oleh orang orang dalam organisasi tersebut dan merupakan pembeda dari organisasi lainnya. Kultur Organisasi adalah penggerak utama dalam laju bisnis perusahaan. Untuk memulai sebuah Knowledge management dalam sebuah perusahaan, tidaklah mudah. Perusahaan tersebut harus sudah memiliki sebuah kultur sharing knowledge yang sudah berakar dan menjadi pola kerja para karyawannya. Organisasi yang telah menerapkan hal ini dapat disebut sebagai LO atau Learning organization.
Learning organization (LO) atau organisasi pembelajar adalah organisasi yang memberikan kesempatan dan mendorong setiap individu yang ada dalam organisasi tersebut untuk terus belajar dan memperluas kapasitas dirinya.
Dia merupakan organisasi yang siap menghadapi perubahan dengan mengelola perubahan itu sendiri (managing change). Learning organization memiliki kemampuan untuk belajar dan memfasilitasi aspek-aspek dari proses belajar dan bisa terus menerus melakukan perubahan, dengan demikian karyawan mempunyai semangat untuk terus berkembang, melakukan perubahan-perubahan dan terus belajar.
Perusahaan yang memiliki semangat “learning organization” juga mempunyai karyawan yang bisa belajar dari kesalahan mereka, berbagi pengetahuan dengan karyawan yang lain dan bisa berkomunikasi secara terbuka dengan karyawan lainnya. Dilihat dari level managerial pun organisasi ini akan memiliki pemimpin yang bisa melatih, membantu, memberikan motivasi, menjadi pendorong dalam pengambilan keputusan. Menurut Pete Senge (1990) karyawan harus merubah cara pandang mereka, harus bisa mengembangkan kemampuan dan harus siap berubah, bisa mengerti keseluruhan dari fungsi organisasi dan merumuskan misi perusahaan sebagai bagian dari team.
Komponen dari suatu learning organization secara umum adalah terdiri dari learning (belajar), Organization (organisasi), People (orang), Knowledge (pengetahuan) dan Technology (teknologi), komponen-komponen diatas sudah banyak diterapkan di banyak organisasi.

Mengingat pentingnya learning organization dalam suatu perusahaan terlebih dalam pengembangan suatu KM maka diperlukan suatu keinginan dari perusahaan untuk meningkatkannya.
Menurut Rampesad (2002) ada teknik-teknik yang perlu dilakukan perusahaan untuk bisa meningkatkan learning organization dalam suatu perusahaan.
– Menciptakan suatu kondisi dimana karyawan bisa menggunakan pengetahuan mereka, berbagi dengan karyawan lain secara intensif bisa saling bertukar pengetahuan dengan yang lain.
– Membangun suatu struktur organisasi yang bagus sehingga bisa memberikan kesempatan bagi karyawan untuk bisa meningkatkan pengalaman dan cara berfikir.
– Melatih/memicu karyawan untuk memformulasikan balance scorecard mereka sehingga menumbuhkan sikap positif terhadapa perbaikan, pembelajaran dan pengembangan.
– Membiarkan karyawan menentukan keseimbangan antara ambisi pribadi dan ambisi bersama dalam perusahaan.
– Merekam dan membuat inventori cara belajar dan menyelaraskannya ke ambisi pribadi. Sehingga bisa ditinjau kembali secara berkala, diselaraskan lagi ke perencanaan, bisa dilakukannya pembinaan dan pemberian penghargaan.
– Membentuk tim pengembang dalam keseimbangan personal, kemampuan, cara belajar.
– Membangun dan menerima pengetahuan yang bersifat pribadi menurut favorit gaya belajar karyawan.
– Memberi dan mengarahkan karyawan kepada ambisi bersama dan menghubungkan mereka.
– Bekerja sama dengan tim learning, yaitu tim yang bergerak dalam perspektif sinergi, terkordinasi sebagai satu kesatuan.
– Gunakan cara penggambaran, kiasan dan intuisi untuk berbagi dan mengubah pengetahuan implicit.
– Bekerja sama dengan team self-direction yang berpengaruh dalam jaringan organisasi.
– Mensimulasi karyawan untuk selalu bisa mengidentifikasi masalah dan pemecahannya sebagai team.
– Mempunyai pemimpin yang bisa membina, membantu, menjadi inspirasi bagi karyawan, bisa memberi motivasi dan terus menerus mengevaluasi berdasarkan kinerja.
– Karyawan harus selalu mau belajar dari kesalahan dan bisa berbagi pengalaman tersebut dengan karyawan lain .
– Bekerja dengan sistemastis menggunakan metode-metode problem solving seperti brainstorming, problem solving cycle, risk management, etc .
– Berikan respon balik terhadap peningkatan-peningkatan.
– Menerapkan pendekatan integral dan sistem.
– Implementasi KM infrastruktur seperti Internet, Intranet, Perpustakaan dan lain-lain.
– Membiarkan karyawan focus kepada semua hal yang terjadi di perusahaan.
– Menstimulasi hubungan dengan karyawan secara informal.
– Membawa perusahaan keluar dari rasa ketidak percayaan.
– Menyederhanakan struktur organisasi dan “management language”.
– Memaklumi kesalahan, karena jika tidak ada kesalahan maka tidak ada proses pembelajaran.

Referensi
http://taufikikbal.blog.upi.edu/2009/10/19/knowledge-management-sebagai-peningkat-kinerja-karyawan-dan-sharing-informasi-sumber-daya-manusia/
http://hellomycaptain.blogspot.com/2009/10/peranan-kultur-organisasi-pada.html
http://www.adisumaryadi.web.id/index.php?tulisan/detail/13/84/tulisan-84.html

Change Management Strategic Risks to Successful Project Implementation

Posted by: felixsteven86  :  Category: Change Management


Steven Suryanto / 0912200161 / 02MBM

Penting untuk mengerti organisasi sebagai sebuah system yang kompleks yang terdiri dari manusia, proses, teknologi, material, prosedur dan strukturisasi. Perubahan di area manapun dari organisasi akan membuat sebuah efek riak di area lainnya, seperti menjatuhkan kerikil di ember yang penuh dengan air.

Untuk meningkatkan kecepatan perubahan suatu organisasi untuk mendukung implementasi dari projek yang penting, bahan yang krusial untuk dipertimbangkan sebagai project manager adalah tingkatan dimana manusia sebagai kunci dari resilient, baik yang terlibat dalam project dan yang terkena dampak dari project. Ada 5 karakteristik dari resilience : Positive, Focused, Flexible , Organized, dan Proactive.

Dibawah kondisi perubahan strategi, 4 hal yang harus dipertimbangkan :

1. Resiliense – Kemampuan individu dan team untuk menyerap perubahan.

2. Change Knowledge – Working Knowledge dalam konsep perubahan

3. Managing Adaptation Resources – Resilience dan hasilnya meningkatkan kapasitas untuk beradaptasi terhadap perubahan sepatutnya diperlakukan seperti sumber daya strategic lainnya

4.Building Implementation Architecture – Pemahaman dari nilai pengungkit dalam proses implementasi

First Strategic Risk Area : Resilience

Beberapa karakteristik resilience yang terdapat dalam area ini :

  1. Positive – Memiliki sense of security dan self assurance berdasarkan pandangan mereka yang kompleks akan hidup namun penuh dengan opportunity
  2. Focused – Memiliki pandangan yang jelas akan apa yang ingin mereka capai
  3. Flexible – Mendemonstrasikan kemampuannya dalam berpikir dan bekerja dengan yang lain saat merespon terhadap perubahan
  4. Organized – Mampu membangun dan mencari order ditengah ambiguitas
  5. Proactive – Menjalankan perubahan daripada menghindarinya

Second Strategic Risk Area : Change Knowledge

  1. The Nature of Change – Kita akan dapat meningkatkan resiliansi jika kita mengusahakan kesempatan untuk memanfaatkan beberapa tingkatan dari direct dan indirect control melalui apa yang terjadi saat implementasi dari perubahan.
  2. The Process of Change – Perubahan adalah proses pengembangan bukan binary dari “either/not”. Proses pengembangan ini memiliki 3 karakter, present, transition, dan future state
  1. The Roles of Change

Peran ini dibagi menjadi 4 kategori :

  1. Sponsor
  2. Change Agent
  3. Target
  4. Advocates
  1. Resistance to Change – Resistensi adalah bagian natural dari perubahan yang dibawa oleh project.

Alasan terjadinya resistensi adalah

  1. Lack of Vision
  2. Poor implementation history
  3. Lack of middle management support
  4. Lack of understanding or belief
  5. Low risk-taking
  6. No consequence management
  7. Lack of clear communications
  8. Lack of time
  9. Poor follow through
  10. Lack of Synergy
  11. Rhetoric versus result
  12. Poor management of resistance
  1. The Seven Stage in the Perseption of Change as Negative
    1. Stage 1 – Immobilization
    2. Stage 2 – Denial
    3. Stage 3 – Anger
    4. Stage 4 – Bargaining
    5. Stage 5 – Depression
    6. Stage 6 – Testing
    7. Stage 7 – Acceptance
  1. The Five Stage in the Perseption of Change as Positive
    1. Stage 1 – Uninformed Optimism
    2. Stage 2 – Informed Pessimism
    3. Stage 3 – Hopeful realism
    4. Stage 4 – Informed Optimism
    5. Stage 5 – Completion
  1. Commitment to Change
    1. Investasi sumber daya
    2. Mengejar Goal secara konsisten
    3. Menolak idea tau action plan yang memberikan hasil dalam jangka pendek
    4. Focus terhadap tujuan akhir
    5. Menjadi kreatif, ingenious dan resourcefull dalam menghadapi permasalahan.
  1. Synergy and Change – Sebelum mencoba untuk membuat perubahan, kita harus terlebih dahulu memeriksa hubungan antara sponsor, target, agen, dan advocate . Hubungan ini dapat dilihat antara lain sebagai self-destructive, static atau synergistic.
  1. Culture and Change
    1. Culture dibuat berdasarkan dari kebiasaan dan asumsi-asumsi yang ada pada organisasi.
    2. Culture dibuat untuk dibagi atau disebarkan
    3. Culture terpelihara dalam self-fulfilling cycle

Third Strategic Risk Area : Managing Adaptation Resources

Resilience dan hasilnya meningkatkan kapasitas untuk beradaptasi terhadap perubahan sepatutnya diperlakukan seperti sumber daya strategic lainnya (cth, modal dan teknologi). Keputusan harus dibuat dalam aturan yang berlaku untuk menghindari kapasitas organisasi untuk jauh dalam menghadapi perubahan dan jauh dibawah permintaan.

Fourth Strategic Risk Area : Building Implementation Architecture

  1. Klarifikasi parameter dari project
  2. Komunikasi project melalui organisasi
  3. Mendiagnosa variable penting, seperti komitment sponsor dan resistensi target
  4. Merencanakan project berdasarkan dari hasil diagnose
  5. Implementasi
  6. Monitoring Implementasi
  7. Evaluasi Hasil Akhir

Manajemen resiko pada Internet Banking

Posted by: felixsteven86  :  Category: Risk Management

Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.

Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan resiko manajemen melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).

Dalam perkembangannya Risiko-risiko yang dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi menjadi

  • Risiko Operasional
  • Risiko Hazard
  • Risiko Finansial
  • Risiko Strategik

Hal ini menimbulkan ide untuk menerapkan pelaksanaan Manajemen Risiko Terintegrasi Korporasi. Manajemen Risiko dimulai dari proses identifikasi risiko, penilaian risiko, mitigasi,monitoring dan evaluasi.

1. Isu moral dan undang-undang dalam Internet

Terdapat kebimbangan masyarakat tentang Internet yang berpuncak pada beberapa bahan kontroversi di dalamnya. Pelanggaran hak cipta, pornografi, pencurian identitas, dan ucapan benci (Hate speech), adalah biasa dan sulit dijaga. Hingga tahun 2007, Indonesia masih belum memiliki Cyberlaw, padahal draft akademis RUU Cyberlaw sudah dibahas sejak tahun 2000 oleh Ditjen Postel dan Deperindag. UU yang masih ada kaitannya dengan teknologi informasi dan telekomunikasi adalah UU Telekomunikasi tahun 1999.

Internet juga disalahkan oleh sebagian orang karena dianggap menjadi sebab kematian. Brandon Vedas meninggal dunia akibat pemakaian narkotik yang melampaui batas dengan teman-teman chatting IRCnya memberi semangat. Shawn Woolley bunuh diri karena ketagihan dengan permainan online, Everquest. Brandes ditikam bunuh, dan dimakan oleh Armin Meiwes setelah menjawab iklan dalam internet.

Penggunaan internet dalam bisnis

Penggunaan internet dalam bisnis mengalami perkembangan, dari pertukaran informasi secara elektronik ke aplikasi strategi bisnis, seperti: pemasaran, penjualan, dan pelayanan pelanggan.

Internet mendukung komunikasi dan kerja sama global antara pegawai, konsumen, penjual, dan rekan bisnis yang lain. Internet memungkinkan orang dari organisasi atau lokasi yang berbeda bekerja sama sebagai satu tim virtual untuk mengembangkan, memproduksi, memasarkan, dan memelihara produk atau pelayanan. Dengan internet memungkinkan aplikasi Electronic Commerce (EC) dapat digunakan pada jaringan global, dan biasanya dilengkapi dengan aplikasi pemrosesan pesanan secara On-line, Electronic Data Interchange (EDI) untuk mengirim dokumen bisnis, dan keamanan sistem pembayaran Electronic Funds Transfer (EFT).

Akibat internet, pemasaran terhadap perusahaan, produk, dan pelayanan menjadi proses yang interaktif saat ini. Situs Web perusahaan bukan hanya sekedar menyajikan katalog produk dan media promosi, melainkan digunakan untuk berdialog, berdiskusi, dan berkonsultasi dengan konsumen secara On-line, bulletin boards, kuesioner elektronik, mailing lists, dan pengiriman surat elektronik. Sehingga konsumen dapat dilibatkan secara langsung dalam perancangan, pengembangan, pemasaran, dan penjualan produk.

Internet banking

Internet banking memungkinkan pelanggan untuk melakukan transaksi keuangan pada sebuah situs web yang dioperasikan oleh mereka eceran atau virtual bank, credit union atau bangunan masyarakat.

Solusi perbankan online memiliki banyak fitur dan kemampuan umum, tapi secara tradisional juga ada beberapa aplikasi yang spesifik.

  1. Fitur umum yang luas jatuh ke dalam beberapa kategori

–          Transaksi (misalnya, melakukan transaksi keuangan seperti account transfer ke rekening, membayar tagihan, wire transfer, aplikasi permohonan kredit, account baru, dan lain sebagainya).

–          Non-transaksi (misalnya, statemen online, periksa link, cobrowsing, chatting)

–          Lembaga Administrasi Keuangan – fitur yang memungkinkan lembaga keuangan untuk mengelola online pengalaman pengguna akhir

–          ASP / Hosting Administrasi –  fitur yang memungkinkan untuk mengelola perusahaan hosting solusi dilembaga keuangan

  1. Fitur unik untuk umum termasuk bisnis perbankan

–          Dukungan dari beberapa pengguna yang memiliki berbagai tingkat kewenangan

–          Persetujuan proses transaksi

–          Wire transfer

2.  Fitur unik untuk umum termasuk perbankan internet

Dukungan pengelolaan keuangan pribadi, seperti mengimpor data pribadi ke dalam perangkat lunak akuntansi. Perbankan online beberapa platform mendukung account agregat untuk memungkinkan pelanggan untuk memantau semua account disatu tempat.

Keuntungan yang diberikan oleh internet banking :

  • Business expansion. Dahulu sebuah bank harus memiliki sebuah kantor cabang untuk beroperasi di tempat tertentu. Usaha ini memerlukan biaya yang tidak kecil. Kemudian hal ini dipermudah dengan hanya meletakkan mesin ATM sehingga dia dapat hadir di tempat tersebut. Kemudian ada phone banking yang mulai menghilangkan batas fisik dimana nasabah dapat menggunakan telepon untuk melakukan aktivitas perbankannya. Sekarang ada Internet Banking yang lebih mempermudah lagi karena menghilangkan batas ruang dan waktu. Layanan perbankan sebuah bank kecil dapat diakses dari mana saja di seluruh Indonesia, dan bahkan dari seluruh dunia.
  • Customer loyality. Nasabah, khususnya yang sering bergerak (mobile), akan merasa lebih nyaman untuk melakukan aktivitas perbankannya tanpa harus membuka account di bank yang berbeda-beda di berbagai tempat. Dia dapat menggunakan satu bank saja.
  • Revenue and cost improvement. Biaya untuk memberikan layanan perbankan melalui Internet Banking dapat lebih murah daripada membuka kantor cabang.
  • Competitive advantage. Bank yang tidak memiliki mesin ATM akan sukar berkompetisi dengan bank yang memiliki banyak mesin ATM. Maukah anda membuka account di bank yang tidak memiliki mesin ATM? Demikian pula bank yang memiliki Internet Banking akan memiliki keuntungan dibandingkan dengan bank yang tidak memiliki Internet Banking. Dalam waktu dekat, orang tidak ingin membuka account di bank yang tidak memiliki fasilitas Internet Banking.
  • New business model. Internet Banking memungkinan adanya bisnis model yang baru. Layanan perbankan baru dapat diluncurkan melalui web dengan cepat.

Internet banking security

Layanan internet banking menggunakan internet sebagai media komunikasi. Keamanan dari layanan internet banking bergantung kepada keamanan dari internet. Internet pada mulanya dikembangkan di lingkungan akademis (pendidikan dan penelitian). Teknologi internet yang digunakan saat ini bergantung kepada sebuah teknologi yang disebut IP (Internet Protocol) versi4. IPv4 ini memiliki beberapa kelemahan ditinjau dari segi keamanan yang sudah diperbaiki di versi 6 (IPv6). Namun sayangnya IPv6 belum lazim dipergunakan.

Gambar diatas menunjukan hubungan antara pengguna internet dan penyedia layanan internet banking. Pengguna terhubung ke internet melalu layanan internet Service Provider (ISP), baik dengan menggunakan modem, DSL, cable modem, wireless, maupun dengan menggunakan leased line. ISP ini kemudian terhubung ke Internet melalui network provider (atau upstream). Di sisi penyedia layanan Internet Banking, terjadi hal yang serupa. Server Internet Banking terhubung ke Internet melalui ISP atau network provider lainnya. Gambar 1 juga menunjukkan beberapa potensi lubang keamanan (security hole).

Pada dasarnya ada ada dua metode yang berbeda untuk keamanan online banking.

  • PIN / TAN sistem dimana PIN mewakili sebuah password, yang digunakan untuk login dan tans mewakili satu kali password untuk mengotentikasi transaksi. Tans dapat didistribusikan dalam berbagai cara, yang paling populer adalah mengirim daftar tans kepada pengguna online banking oleh surat pos. Cara yang paling aman untuk menggunakan tans adalah untuk mereka harus menggunakan token keamanan. Ini bukti yang dihasilkan tans tergantung pada waktu yang unik dan rahasia, yang disimpan dalam token keamanan (disebut dua faktor otentikasi atau 2FA). Biasanya perbankan online dengan PIN / TAN dilakukan melalui web browser menggunakan sambungan SSL aman, sehingga tidak ada tambahan enkripsi diperlukan.
  • Tanda tangan berbasis perbankan online di mana semua transaksi yang ditandatangani dan dienkripsi digital. Tombol yang untuk generasi tanda tangan dan enkripsi dapat disimpan di memori smartcards atau media, tergantung pada pelaksanaan beton.
risk-bank

Titik rawan dalam penggunaan Internet Banking

3. Resiko Dalam Internet Banking

Jika suatu bank telah memberikan layanan internet banking atau berencana menawarkan layanan internet banking, berikut ini risiko-risiko yang tidak boleh dilupakan, yaitu :
1. Risiko Strategis (Strategic Risk).
Risiko ini berkutat dalam kebijakan atau strategi yang akan dijalankan suatu bank. Tertimpa risiko ini berarti akan berujung kerugian dan berkurangnya modal. Pendek kata, bisa saja karena sengitnya persaingan internet banking antarbank, suatu bank yang ingin mempertahankan nasabahnya melakukan ekspansi pada internet banking tanpa melakukan analisis benefit-biaya (cost benefit analysis). Hal ini akan bertambah parah jika tidak didukung struktur organisasi dan sumber daya yang ahli mengelola internet banking. Jadi, perlu hati-hati.
2. Risiko Transaksi (Transaction Risk).
Risiko ini mengancam laba dan modal bank yang ditimbulkan oleh fraud, kesalahan (errors), kealpaan dan ketidakmampuan mengelola tingkat pelayanan yang ditawarkan atau yang menjadi ekpektasi para nasabah. Tingkat risiko transaksi yang besar bisa terjadi pada produk-produk dan layanan internet banking. Pasalnya, internet banking memerlukan internal kontrol yang kuat dan sistem yang selalu siap. Karena bank menggunakan pihak ketiga dalam penyediaan sistem, pihak ketiga yang memberikan jasa tersebut jelas akan meningkatkan risiko transaksi tersebut.

Karena itu, perlu koneksi sistem yang solid antara bank dan pihak ketiga dengan harapan bisa mengurangi kesalahan-kesalahan dan kegagalan transaksi. Jika tidak, akan sangat mungkin nama bank Anda tertulis besar-besar dalam kolom surat pembaca harian nasional.

3. Risiko Kepatuhan (Compliance Risk).
Risiko ini muncul akibat pelanggaran dan ketidakpatuhan bank terhadap hukum, peraturan, dan standar etika. Jika tertimpa risiko ini, reputasi bank bisa jatuh, mengalami kerugian, bahkan bisa mengurangi kesempatan melakukan bisnis. Untuk memitigasinya, bank harus betul-betul paham dan mampu menginterpretasikan secara benar, khususnya peraturan-peraturan seputar internet banking dunia.

4. Risiko Reputasi (Reputational Risk).
Hancurnya reputasi bank biasanya berjalan seiring dengan risiko-risko lainnya. Dropnya sistem internet banking yang frekuentif atau kecepatan sistem yang rendah bisa membuat buruknya opini publik terhadap suatu bank. Hal ini merupakan salah satu contoh sederhana yang nyatanya sering kali terjadi. Di tengah persaingan yang sengit, jangan heran kalau nasabah mencibir jika mendengar nama suatu bank. Jadi, bank harus mengadopsi suatu strategi yang andal untuk menghadapi risiko jatuhnya reputasi ini.

5. Risiko Keamanan Informasi (Information Security Risk).

Risiko ini bisa menggerus keuntungan dan modal bank yang ditimbulkan dari penjahat-penjahat maya (hackers) ataupun orang dalam sendiri. Belum lagi virus-virus, pencurian data, penghancuran data, dan fraud yang juga bisa menghantam bank. Risiko ini sangat krusial dan perlu sangat diwaspadai kalangan perbankan.

6. Risiko Kredit (Credit Risk).
Risiko ini juga berpotensi meningkat karena internet banking membuat para nasabah bisa mengajukan aplikasi kredit dari mana pun di dunia ini. Bank-bank tentu akan sangat sulit memverifikasi dan melakukan identifikasi terhadap nasabah jika bank menawarkan kredit melalui internet.

7. Risiko Suku Bunga (Interest Rate Risk).
Dengan menawarkan jasa internet banking, risiko suku bunga pada banking book (beda suku bunga antara aset dan kewajiban bank) juga berpotensi meningkat. Dengan internet banking, akan sangat mudah para nasabah membandingkan suku bunga simpanan dan pinjaman. Untuk itu, bank perlu cepat melakukan perubahan terhadap perubahan suku bunga pasar jika tidak ingin ditinggalkan nasabahnya.
8. Risiko Likuiditas (Liquidity Risk).
Risiko ini juga harus dicermati. Dengan adanya internet banking, para nasabah menjadi lebih gampang menarik kas dan melakukan transfer kepada pihak ketiga. Sekalipun transfer dilakukan ke rekening pada bank yang sama, bisa saja menjadi masalah. Sebab, pihak ketiga bisa saja menariknya dalam bentuk kas atau mentransfernya ke bank kompetitor. Dengan penerapan internet banking, tentunya bank perlu melakukan penyesuaian terhadap manajemen likuiditasnya kalau tidak ingin kelabakan.

4. Pokok-pokok Penerapan Manajemen Risiko – Internet Banking

  1. Pengawasan Aktif Komisaris dan Direksi Bank

a. Komisaris dan Direksi harus melakukan pengawasan yang efektif terhadap risiko yang terkait dengan aktivitas internet banking, termasuk penetapan akuntabilitas, kebijakan, dan proses pengendalian untuk mengelola risiko tersebut.

b. Direksi harus menyetujui dan melakukan kaji ulang terhadap aspek utama dari prosedur pengendalian pengamanan Bank.

  1. Pengendalian Pengamanan (Security Control)

a. Bank harus melakukan langkah-langkah yang memadai untuk menguji keaslian (otentikasi) identitas dan otorisasi terhadap nasabah yang melakukan transaksi melalui internet banking.

b. Bank harus menggunakan metode pengujian keaslian transaksi untuk menjamin bahwa transaksi tidak dapat diingkari oleh nasabah (non repudiation) dan menetapkan tanggung jawab dalam transaksi internet banking. Bank harus menyusun dan menetapkan prosedur yang tepat sesuai dengan signifikansi dan jenis transaksi internet banking untuk memastikan bahwa:

1) sistem internet banking telah dirancang untuk mengurangi kemungkinan dilakukannya transaksi secara tidak sengaja (unintended) oleh para pengguna yang berhak;

2) seluruh pihak yang melakukan transaksi telah diuji keasliannya;

3) data transaksi keuangan dilindungi dari kemungkinan pengubahan dan setiap pengubahan dapat dideteksi.

c. Bank harus memastikan adanya pemisahan tugas dalam sisteminternet banking, database dan aplikasi lainnya. Penetapan pemisahan tugas dalam sistem internet banking hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1) sistem dan proses transaksi harus dirancang untuk memastikan bahwa tidak ada karyawan/pihak ketiga yang dapat memasuki, melakukan otorisasi dan menyelesaikan suatu transaksi;

2) adanya pemisahan tugas antara pihak yang menginisiasi data statik dan pihak yang bertanggung jawab untuk memverifikasi kebenaran data statik;

3) perlu pengujian untuk memastikan bahwa penerapan pemisahan tugas tidak dapat dilampaui (di-by pass);

4) adanya pemisahan tugas antara pihak yang mengembangkan dengan pihak yang menatausahakan sistem internet banking.

d. Bank harus memastikan adanya pengendalian terhadap otorisasi dan hak akses (privileges) yang tepat terhadap sistem internet banking, database, dan aplikasi lainnya. Dalam rangka memelihara pemisahan tugas, Bank harus mengendalikan secara ketat otorisasi dan penggunaan hak akses. Kegagalan untuk menyediakan dan menerapkan pengendalian otorisasi tersebut dapat memberikan kesempatan kepada pihak lain yang tidak memiliki hak akses untuk dapat melakukan hal-hal di luar kewenangannya.

e. Bank harus memastikan tersedianya prosedur yang memadai untuk melindungi integritas data, catatan/arsip, dan informasi pada transaksi internet banking. Beberapa langkah yang dapat digunakan oleh Bank untuk memelihara integritas data di dalam sistem internet banking antara lain meliputi:

1) transaksi internet banking harus sangat resisten terhadap gangguan pada setiap proses transaksi;

2) arsip internet banking harus disimpan, diakses dan dimodifikasi sedemikian rupa sehingga resisten terhadap gangguan;

3) transaksi dan proses pencatatan internet banking harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak memungkinkan pengubahan yang tidak sah;

4) terdapat prosedur pemantauan dan pengujian yang memadai sehingga setiap perubahan pada sistem internet banking tidak mengurangi kehandalan data;

5) setiap gangguan pada transaksi atau pencatatan internet banking harus dapat dideteksi melalui pemrosesan transaksi, pemantauan dan pemeliharaan pencatatan.

f. Bank harus memastikan tersedianya mekanisme penelusuran (audit trail) yang jelas untuk seluruh transaksi internet banking.

g. Bank harus mengambil langkah-langkah untuk melindungi kerahasiaan informasi penting pada internet banking. Langkah tersebut harus sesuai dengan sensitivitas informasi yang dikeluarkan dan/atau disimpan dalam database. Untuk melindungi kerahasiaan dari informasi-informasi penting yang ada pada internet banking.

  1. Manajemen Risiko Hukum dan Risiko Reputasi

a. Bank harus memastikan bahwa website Bank menyediakan informasi yang memungkinkan calon nasabah untuk memperoleh informasi yang tepat mengenai identitas dan status hukum Bank sebelum melakukan transaksi melalui internet banking. Informasi yang disediakan dalam website Bank antara lain:

1) nama dan tempat kedudukan Bank;

2) identitas otoritas pengawasan Bank;

3) tata cara bagi nasabah untuk mengakses unit pelayanan nasabah apabila terdapat masalah, pengaduan, penyalahgunaan rekening dan sebagainya;

4) tata cara bagi nasabah untuk mengakses program keluhan nasabah;

5) tata cara bagi nasabah untuk memperoleh informasi mengenai penjaminan simpanan dan perlindungan nasabah lainnya;

6) informasi relevan lainnya.

b. Bank harus mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa ketentuan kerahasiaan nasabah diterapkan sesuai dengan yang berlaku di negara tempat kedudukan Bank menyediakan produk dan jasa internet banking.

c. Bank harus memiliki prosedur perencanaan darurat dan kesinambungan usaha yang efektif untuk memastikan tersedianya sistem dan jasa internet banking.

d. Bank harus mengembangkan rencana penanganan yang memadai untuk , mengatasi, dan meminimalkan permasalahan yang timbul dari kejadian yang tidak diperkirakan (internal dan eksternal), yang dapat menghambat penyediaan sistem dan jasa internet banking.

e. Dalam hal sistem penyelenggaraan internet banking dilakukan oleh pihak ketiga (outsourcing), Bank harus menetapkan dan menerapkan prosedur pengawasan dan due dilligence yang menyeluruh dan berkelanjutan untuk mengelola hubungan Bank dengan pihak ketiga tersebut.

Referensi

Budi Rahardjo – Aspek Teknologi dan Keamanan Internet Banking – version 1.1, 2001

Budi Rahardjo, “Keamanan Sistem Informasi Berbasis Internet”, PT Insan

Infonesia, PT INDOCISC, 2001.

http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_risiko

http://agustiyadi.blogspot.com/2007/09/mencermati-risiko-internet-banking.html

http://www.bi.go.id/biweb/utama/peraturan/lamp_se-6-18-04-dpnp.pdf

http://pdfdatabase.com/download_file_i.php?qq=internet%20banking&file=9987334&desc=internet+banking+risk+assessment+.doc

http://id.wikipedia.org/wiki/Internet

Career Opportunity

Posted by: felixsteven86  :  Category: Tips

1.    Pengertian

Career Opportunity atau kesempatan bekerja terdiri atas dua kata yang memiliki artinya masing-masing. Berdasarkan Kamus Bahasa Inggris Meriam-Webster, kata career berarti sebuah profesi yang ditekuni atau dilatih oleh seseorang dan diambil sebagai panggilan tetap atau permanen seumur hidupnya. Sedangkan kata opportunity berarti sebuah peluang yang baik untuk sebuah perkembangan.

Dari pengertian masing-masing kata tersebut, kita dapat menarik pengertian frase Career Opportunity sebagai sebuah peluang yang baik untuk perkembangan sebuah profesi seseorang yang ditekuni atau dilatihnya dan diambilnya sebagai panggilan tetap atau permanen seumur hidupnya. Tetapi sayangnya frase kesempatan bekerja atau career opportunity sering kali hanya dianggap orang sebagai bentuk promosi ketika sebuah perusahaan membutuhkan pekerja yang nantinya juga hanya akan dikontrak untuk kurun waktu terbatas dan hanya dijadikan sumpalan untuk bagian yang sedang bolong.

2.    Karir Vs. Pekerjaan

Orang sering kali salah mengartikan frase career opportunity. Bagi sebagian orang, karir ataupun pekerjaan tidaklah berbeda. Namun pada kenyataan kedua hal tersebut memiliki perbedaan yang cukup mendasar.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Jaringan,  kata pekerjaan berarti barang apa yang dilakukan (diperbuat, dikerjakan, dsb.); tugas kewajiban; sesuatu yg dilakukan untuk mendapat nafkah. Dari ketiga pengertian tersebut dapat kita simpulkan bahwa pekerjaan adalah suatu perbuatan berupa tugas atau kewajiban yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh nafkah (sumber pokok penghidupan seseorang).

Pengertian pekerjaan jelaslah memiliki perbedaan dengan pengertian karir. Karir lebih mengarah pada sebuah perkembangan seseorang dalam menjalankan pekerjaan atau jabatannya. Karir juga diartikan sebagai pekerjaan yang memberikan harapan untuk maju.

Dengan kata lain, pekerjaan adalah bagian dari karir. Tidak semua pekerja memperhatikan jenjang karirnya. Sebagian pekerja kurang memperhatikan perkembangan posisinya karena sudah merasa tenang dengan memperoleh gaji bulanan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Untuk memperjelas perbedaan tersebut berikut ini adalah ciri-ciri karir beserta penjelasan dan contoh singkatnya:

  • Karir adalah pekerjaan yang dicapai tahap demi tahap dalam suatu bidang usaha atau perusahaan yang sama.

Karir berarti tidak harus berkutat pada suatu jenis pekerjaan yang sama. Ada seseorang yang memulai karirnya sebagai seorang graphic designer. Karya-karyanya sangat memuaskan. Dia bisa saja tetap berada di posisinya jika orang tersebut hanya memiliki keunggulan dalam bidan visual communication design. Namun orang yang memiliki potensi lain dapat melebarkan sayapnya dengan mencoba bidang lain yang sesuai dengan kemampuannya setelah berangkat dari posisi seorang graphic designer. Orang tersebut bisa saja kemudian menjadi staff pemasaran karena kemampuan promosinya yang terlihat saat ia bekerja sebagai graphic designer. Potensi yang tidak sengaja terlihat tersebut dapat menjadi perhatian mereka yang berada di jajaran top level management untuk kemudian mempromosikan pekerja tersebut ke bagian pemasaran dan tentunya dengan menjanjikan bayaran dan perkembangan karir yang lebih menjanjikan. Ini adalah contoh kecil yang pernah terjadi dan membawa kesuksesan pada seseorang yang meniti karirnya dalam sebuah perusahaan tanpa harus berkutat pada satu jenis pekerjaan. Tapi bisa juga meniti karir dilakukan di perusahaan yang berbeda ketika seseorang telah merasa ada pada suatu titik di mana mereka sudah tidak dapat berkembang lagi dan kemudian memutuskan untuk keluar baik-baik lalu mencari pekerjaan di perusahaan lain yang dirasanya dapat melanjutkan jenjang karirnya. Jenjang karir seperti ini tidak hanya akan menjamin pemenuhan kebutuhan hidup namun juga akan menarik saat dimasukkan ke dalam curriculum vitae sebagai bukti kemampuan seseorang untuk berkembang. Namun perlu diingat, dalam meniti karir tetap ada etika-etika yang harus dipegang seperti tidak membocorkan rahasia perusahaannya terdahulu.

  • Karir biasanya dicapai bertahap ke atas.

Tentulah sesuatu yang dititi diharapkan untuk berjalan meningkat, bukan sekedar mendatar, apalagi menurun.

Ketika seseorang memiliki potensi dan ketertarikan pada suatu bidang pekerjaan, orang tersebut tentu akan menunjukkan perkembangan dan produktivitasnya saat bekerja. Kedua hal tersebut akan membawa orang tersebut secara perlahan atau mungkin cepat menuju ke jenjang selanjutnya dan selanjutnya, begitu seterusnya. Itulah yang kemudian disebut sebagai karir. Itulah mengapa karir biasanya bertahap ke atas, lain dengan pekerjaan yang cenderung jalan di tempat karena kurangnya potensi diri atau ketertarikannya akan bidang pekerjaan yang sedang digelutinya. Hal ini bisa menjadi sebuah alasan seseorang untuk tekun dalam meniti karirnya daripada puas pada satu jenis pekerjaan saja. Karena ini secara tidak langsung merupakan bentuk investasi jangka panjang seseorang dalam pekerjaannya.

  • Karir lazimnya mensyaratkan keahlian tertentu.

Seperti telah dibahas secara singkat pada bagian sebelumnya, potensi diri atau keahlian adalah salah satu syarat wajib bagi seseorang untuk dapat meniti karirnya.

Pada dasarnya setiap orang pasti memiliki keahlian tertentu. Namun sayangnya tidak semua orang menyadari keahliannya bahkan hingga akhir dari masa pekerjaannya. Dan ketidak-mampuan seseorang untuk mendeteksi kemampuannya tersebutlah yang kemudian menjadi penyebab banyaknya orang yang hanya sekedar bekerja, bukan berkarir. Tentulah berkarir membutuhkan setidaknya satu jenis keahlian tertentu. Bagaimana seseorang bisa menjadi produktif ketika orang tersebut tidak memiliki keahlian? Bagaimana sebuah perusahaan bisa tertarik untuk mempromosikan seseorang pada suatu tingkatan atau jabatan tertentu ketika orang tersebut tidak menunjukkan kelebihannya atau produktivitasnya tersebut? Mereka yang masih bisa terus berkarir tanpa suatu potensi tertentu apapun bisa dikatakan sebagai orang-orang yang berhasil meniti karir dengan cara kurang lazim.

  • Karir umumnya bukan hobby atau melaksanakan pekerjaan sosial yang tidak mencari keuntungan materi.

Perlu ditekankan, bahwa pernyataan di atas menggunakan kata “umumnya”. Berarti ada beberapa kasus khusus atau tidak umum yang bisa terjadi.

Mengapa karir umumnya bukan hobby?

Biasanya, orang yang menekuni sebuah hobby bahkan rela mengeluarkan uang berapa pun untuk menjalankan kesenangannya tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya orang menghindari hobby sebagai suatu bidang yang ditekuninya dalam berkarir. Hal ini mungkin saja dapat berakibat kurang baik dalam perjalanan karirnya. Namun tidak menutup kemungkinan berangkat dari sebuah hobby, seseorang bisa memotivasi dirinya untuk meniti karir pada bidang tersebut.

Karir juga bukan pekerjaan sosial yang tidak mencari keuntungan materi karena karir dibangun tidak hanya untuk menunjukkan eksistensi diri dalam sebuah pekerjaan, melainkan juga atas kebutuhan jangka panjang untuk investasi akan kebutuhan hidup seseorang hingga akhir masa pekerjaannya. Lagipula pekerjaan sosial bukanlah sarana yang tepat untuk menunjukkan keberadaan kita sebagai pekerja di belakang kegiatan tersebut. Selayaknya, pekerjaan sosial haruslah berangkat dari hati bukan untuk mencari muka.

  • Karir selalu bercitra positif.

Kata karir memang diciptakan untuk sebuah citra positif. Hal tersebut juga seharusnya akan selalu tetap ada dalam benak kita ketika mendengar kata tersebut.

Jika ada orang yang (menurutnya) memiliki profesi sebagai maling dan telah menjadi maling kelas kakap, orang tersebut buka sedang berada di puncak karirnya. Karena karir bukanlah untuk dipadankan dengan tindakan negatif seperti itu. Orang tersebut justru sedang mempersiapkan dirinya untuk segera terdaftar di salah satu rumah tahanan.

3.    Karir Profesional Vs. Wirausaha

Karir profesional tentulah berbeda dengan wirausaha. Orang yang meniti sebuah karir berarti orang yang mengisi lapangan pekerjaan pada sebuah badan usaha. Sedangkan mereka yang melakukan wirausaha berarti membuka sebuah badan usaha beserta lapangan pekerjaan di dalamnya.

Perbedaan dari kedua cara menghasilkan uang ini tidak hanya terbatas pada penjelasan di atas. Kedua hal ini juga berbeda dari segi hal yang mereka jual. Orang yang membangun karir professional menjual keahliannya. Sedangkan orang yang berwirausaha akan menjual produk yang dihasilkannya (dalam bentuk barang maupun jasa).

Perlu diingat pula, bahwa berwirausaha pun harus memiliki keahlian. Tapi keahlian tersebut tidak dijual pada pihak lain, melainkan digunakan secara langsung oleh para wirausahawan tersebut untuk melancarkan usaha yang dibukanya. Sehingga pada dasarnya, berkarir secara professional ataupun berwirausaha, untuk memenuhi kebutuhan hidup kita secara material, kita harus memiliki keahlian tertentu. Oleh karena itu, setiap orang akan lebih baik untuk mencari tahu keahliannya sejak dini agar mudah dalam memenuhi kebutuhan hidupnya kelak.

Ada satu hal mendasar lagi yang membedakan antara para profesional yang meniti karir dengan para wirausahawan. Seorang profesional yang meniti karir tentunya tidak membutuhkan biaya terlalu besar sebagai modalnya (di samping biaya pendidikan yang tentunya juga dibutuhkan para wirausahawan). Mereka yang meniti karir profesional awalnya hanya membutuhkan satu set pakaian formal serta beberapa pakaian kerja ditambah dengan satu map berisi curriculum vitae dan surat lamaran yang menarik untuk memulai pekerjaannya. Sedangkan wirausahawan membutuhkan modal uang yang cukup besar untuk membuka sebuah usaha sekalipun bisa mencoba untuk mencari sponsor atau pinjaman dari pihak luar. Namun hal tersebut juga memiliki tingkat resiko yang tinggi jika mengalami kegagalan. Sedangkan bekerja dengan meniti karir profesional hanya mungkin sampai pada titik kehilangan penghasilan, tidak sampai pada tahap defisit.

4.    Karir Dependen Vs. Independen

Dependen yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai dependent berarti tergantung atau bergantung. Sedangkan awalan in- pada kata independen menunjukkan bahwa kata tersebut berlawanan arti dengan kata dependen. Maka arti kata independen adalah tidak tergantung.

Berdasarkan arti kata yang dijelaskan sebelumnya, karir dependen sendiri berarti karir yang bergantung. Namun lebih jelasnya, karir dependen bisa bermakna di mana seseorang bekerja sebagai profesional untuk orang lain. Contoh dari karir dependen adalah jika seseorang bekerja sebagai karyawan, analyst pada sebuah perusahaan, manager, atau direktur. Pada intinya seorang yang memilih jalur  karir dependen berarti harus bekerja di bawah suatu perusahaan atau lembaga tertentu.

Karir independen secara singkat berarti karir yang tidak tergantung. Sedangkan secara lebih jelas, karir independen dapat dimaknai sebagai seseorang yang bekerja sesuai dengan profesi atau keahliannya tanpa terikat dengan orang lain atau suatu badan tertentu. Sebagai contoh, karir independen diperankan oleh mereka yang berprofesi sebagai dokter, olahragawan, ataupun seniman.

Kedua jenis karir ini memiliki keuntungan dan kerugiannya masing-masing. Mereka yang berkarir secara dependen memiliki keuntungan berupa gaji tetap setiap bulannya atau kurun waktu pembayaran tertentu secara stabil. Tetapi keterikatan yang mereka alami menyebabkan gerakan mereka lebih terbatas oleh segala macam peraturan yang diimplementasikan pada perusahaan atau lembaga tempat mereka berkarir.

Lain halnya dengan para profesional yang berkarir secara dependen, profesional yang berkarir secara independen memiliki keuntungan dalam pengaturan waktu mereka yang cenderung lebih fleksibel. Karena pada dasarnya mereka yang berkarir secara independen ini tidak terikat pada terlalu banyak aturan seperti yang diterapkan dalam berbagai badan usaha. Namun mereka yang berkarir secara independen ini tidak memiliki jaminan gaji atau penghasilan yang tetap setiap bulannya. Di lain sisi, keadaan ini akan sangat menguntungkan jika mereka telah memiliki nama yang begitu dikenal karena akan lebih banyak orang yang langsung memilih mereka untuk bekerja secara freelance oleh karena informasi yang telah diperoleh masyarakat mengenai kualitasnya yang telah diketahui berbagai pihak.

Dengan melihat keuntungan dan kerugian yang tertera di atas, setiap orang dapat menentukan jalan hidupnya masing-masing menurut panggilan hatinya. Karena ada orang yang lebih menyukai sesuatu yang pasti sekalipun penuh dengan aturan, namun ada pula orang-orang yang lebih menyukai kebebasan apalagi dengan didukung kemampuan yang di atas rata-rata dan membuat dia sebagai yang dicari, bukan yang mencari.

5.    Syarat Karir

Syarat karir dibagi atas dua jenis syarat yaitu syarat primer dan syarat sekunder.

Contoh syarat primer, yaitu:

  1. Pendidikan
  2. Pengalaman
  3. Usia

Syarat-syarat tersebut dikatakan primer karena biasanya hal-hal tersebut menjadi persyaratan mendasar dan utama yang sulit untuk digantikan dengan mereka yang tidak memenuhi kebutuhan akan syarat-syarat tersebut.

Pada contoh pendidikan misalnya, ketika sebuah perusahaan farmasi mencari orang yang dapat meracik obat-obatan, tentulah akan dicari dari mereka yang memiliki latar belakang pendidikan untuk menjadi seorang apoteker. Sepandai apapun seseorang dalam hal ekonomi, tidak akan diterima untuk menjadi peracik obat di sebuah perusahaan farmasi.

Pengalaman juga merupakan syarat primer terutama untuk posisi-posisi yang cukup menengah ke atas. Tidak mungkin sebuah perusahaan membiarkan seseorang tanpa pengalaman apapun untuk bisa menjadi direktur baru di perusahaannya. Begitu pula tak mungkin seseorang yang berpengalaman dan tidak memiliki keahlian dalam kedokteran tiba-tiba ditugaskan menjadi dokter ahli bedah pada sebuah rumah sakit sekalipun bukan rumah sakit ternama.

Usia juga terkadang menjadi syarat primer walaupun terkadang usia tidak bisa dijadikan sebuah syarat mutlak. Biasanya perusahaan menggunakan tenaga usia muda untuk meningkatkan produktivitasnya karena dirasa memiliki ide-ide yang cenderung inovatif, namun sebenarnya masih ada orang-orang di atas batas usia tertentu yang juga bisa bersaing untuk posisi tersebut. Tapi hal tersebut tetap menjadi syarat yang biasanya susah ditembus oleh mereka yang berada di luar batasan yang telah dibuat oleh suatu badan usaha tertentu.

Contoh syarat sekunder:

  1. Gender
  2. Status Pernikahan
  3. Posisi Domisili

Berdasarkan contoh-contoh di atas kita bisa melihat bahwa syarat sekunder berarti syarat yang masih mungkin tergantikan selama si pelamar memiliki kualifikasi yang kompetitif ketika dibandingkan dengan calon lainnya.

Syarat gender tertentu akhir-akhir ini sudah mulai berkurang. Penduduk di dunia sudah mulai menyamakan derajat kaum wanita dengan kaum pria. Sekarang menemukan sopir taksi perempuan bukanlah hal yang aneh. Karena akhirnya syarat gender tersebut telah mulai diabaikan bahkan di Indonesia.

Status pernikahan pun hanya tinggal diterapkan oleh beberapa perusahaan dan untuk posisi-posisi tertentu saja. Dan posisi domisili kini semakin dipermudah dengan telah dibangunnya begitu banyak jalan tol sebagai prasarana yang senantiasa membantu manusia dalam mempermudah kehidupannya dan mempersingkat waktu perjalanan yang harus ditempuh.

6.    Prospek Karir

Pada hakikatnya sebuah masa depan tentulah harus ditata dan diciptakan oleh orang yang hendak meraih masa depan itu sendiri. Orang-orang yang berada di sekitarnya hanyalah faktor pendukung dalam usaha meraih masa depan yang senantiasa dicita-citakan oleh seseorang. Begitu pula yang terjadi saat seseorang hendak menata prospek karirnya sendiri.

Idealnya seseorang akan memulai dan mengembangkan karir dalam bidang usaha yang diminatinya. Karena pada dasarnya minat akan membawa seseorang untuk menjadi lebih semangat ketika mengerjakan pekerjaannya. Suatu artikel pada blog di dunia maya pun menyetujui pernyataan ini dan telah menjabarkannya pada tulisannya mengenai tips dan trik untuk memulai karir.

Biasanya orang yang mempunyai kesempatan mengembangkan karir dalam bidang yang ia sukai senantiasa memperlihatkan prestasi yang lebih bagus. Mereka yang memiliki ketertarikan pada suatu bidang biasanya cenderung lebih produktif karena rasa ketertarikannya itu akan secara langsung memotivasi dirinya untuk terus melakukan yang terbaik.

Sebaliknya, orang yang memaksakan diri berkarir dalam bidang usaha yang sangat tidak ia jiwai atau sukai akan cenderung tersendat-sendat dalam perkembangan karir dan pencapaian prestasinya dalam karir yang ia jalani. Bahkan tidak menutup kemungkinan orang tersebut dapat mengalami kegagalan total atas pilihannya yang dapat dikatakan sebagai pilihan yang kurang tepat bahkan salah tersebut.

7.    Karir dan Kepribadian

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, karir adalah sesuatu yang kita niatkan untuk ditekuni sepanjang usia kita. Sedangkan kata ‘kepribadian’ menurut kamus Bahasa Indonesia jaringan adalah sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yg membedakannya dr orang atau bangsa lain.

Seperti apakah hubungan antara karir dan kepribadian? Seperti telah dibahas pada bagian sebelumnya, sangat disarankan bagi kita untuk memilih bidang karir yang sesuai dengan minat kita. Tidak hanya minat, bakat atau kemampuan pun menjadi syarat mutlak agar karir kita tidak tersendat-sendat dalam perjalanannya.

Kedua syarat yang disebutkan di atas tentu akan sangat baik jika dijalankan. Hal ini dikarenakan suatu karir tentunya akan dan harus dibangun, dipupuk, serta dikembangkan tidak hanya dalam waktu semalam. Setiap orang pasti membutuhkan waktu yang relatif lama untuk membangunnya dan memastikannya dalam posisi yang aman.

Hal lain yang membuat minat menjadi salah satu syarat penting dalam perkembangan karir seseorang adalah karena hanya ketika kita mempunyai semangat dan hasrat yang besar pada suatu bidang kehidupan itulah kita baru akan dapat berkembang dengan lebih cepat dan baik. Selain itu kita harus siap menghabiskan banyak waktu untuk menekuni dan menggeluti bidang yang kita pilih sebagai jalur karir kita agar akhirnya kita dapat menikmati perjalanan karir kita dan mencapai sukses di bidang itu dengan lebih mudah.

Kemudahan juga akan lebih terasa ketika kita tidak memaksakan suatu minat tertentu tanpa adanya bakat atau kemampuan pada diri kita. Karena itulah kita perlu mengenal kepribadian kita terlebih dahulu agar kemudian kita dapat menentukan apakah bidang yang kita minati dapat kita geluti dengan bantuan kemampuan yang tersimpan dalam diri kita yang kemudian harus disesuaikan dengan kepribadian yang kita miliki. Maka, kenalilah diri kita terlebih dahulu sebelum kita melangkah lebih jauh dalam memilih suatu jenjang karir tertentu yang nantinya akan menjadi bagian dari pilihan hidup kita.

8.    Karir dan Lingkungan Pergaulan

Selain hal-hal yang telah disebutkan sebelumnya, ada satu hal lagi yang tidak dapat dipungkiri pengaruhnya dalam membangun sebuah karir. Hal tersebut tidak lain adalah interaksi terhadap lingkungan pergaulan. Lingkungan pergaulan tempat kita bersosialisasi merupakan factor yang dapat kita kendalikan agar pada akhirnya juga mencerahkan karir kita. Beberapa cara yang dapat digunakan antara lain:

  1. Sesuaikan Diri Menuju Idealis

Setiap orang perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerjanya. Kemudian lingkungan tersebut perlu secara bersama-sama membentuk suatu budaya kerja yang berkarakter idealis. Idealis di sini berarti ingin mengidealkan tujuannya. Dengan kata lain, perlu secara bersama-sama berusaha untuk meraih sesuatu yang sangat sesuai dengan yang dikehendaki.

  1. Hindari Sifat Eksklusif

Dalam sebuah lingkungan kerja tidak menutup kemungkinan untuk terciptanya kelompok-kelompok kecil di dalamnya. Banyak orang yang menjadi bagian dari kelompok-kelompok yang berbeda-beda. Namun baiklah kita jika menghindari hal tersebut. Bergabungnya kita dengan satu kelompok tertentu dan tidak membaur dengan kelompok lainnya dapat menciptakan kesan ekslusivitas diri di hadapan rekan kerja lainnya. Paling tidak, jangan sampai kita memusuhi kelompok manapun.

  1. Teladan dari Atas

Ketika kita berada di posisi bawah, baiklah kita meneladan tindakan dari atasan kita yang memang patut diteladani. Dan ketika kita berada di posisi atas, cobalah untuk memberi teladan yang baik agar mereka yang berada di bawah posisi kita bisa meneladan kita dan menghormati serta menghargai kita sebagai atasannya.

  1. Menghargai Arus Bawah

Saat berada di posisi yang lebih atas, sebaiknya kita menunjukkan bentuk penghargaan dan apresiasi atas kinerja orang lain yang telah membantu kita. Dengan demikian mereka pun akan merasakan bahwa keberadaannya diperlukan dan berharga. Perasaan seperti itu juga akan meningkatkan kinerja para pekerja di kemudian hari. Dan hal tersebut akhirnya juga akan menguntungkan semua pihak.

Why We Must Learn S.O.A ?

Posted by: felixsteven86  :  Category: SOA

1. Kebutuhan Dunia IT Sekarang Ini

Secara traditional TI bekerja sama dengan pemilik usaha, yang dipengaruhi oleh aplikasi dari vendor. Hasilnya adalah sebuah aplikasi atau system yang ter-integrasi. Selain itu, pemerintahan dan pendanaan telah mendorong kedua pihak bisnis dan TI untuk melakukan apa saja yang diperlukan untuk memenuhi unit usaha tertentu atau departemen.

Hasilnya adalah sebuah aplikasi yang hanya dapat atau tidak diintegrasikan ke dalam
arsitektur yang sudah ada
Merger dan akuisisi menginginkan software dan metodologi baru yang sudah memiliki arsitektur yang terpecah-pecah , tetapi TI memiliki sedikit sekali resource untuk memenuhi integrasi sistem. Sehingga pada akhirnya, TI sering menggunakan beberapa system yang memiliki fungsi yang hampir sama dalam setiap unit bisnisnya. Redundansi atau pengulangan tak dapat terhindarkan pada infrastruktur perusahaan yaitu autentifikasi, sign-on, dan data marts, seperti aplikasi (paket atau custom), untuk sales force automation (SFA), quoting,dan order management yang memiliki tingkat kompleksitas dan cost yang tinggi. Akan menjadi hampir tidak mungkin dan tidak dapat dilakukan untuk memodifikasi portofolio sesuai dengan perubahan dari proses bisnis perusahaan atau untuk dapat mengakomodasi akuisisi perusahaan.

Tuntutan bisnis, menginginkan TI dalam perusahaan untuk dapat gesit dan tanggap dalam menghadapi perubahan namun tidak mau membayar biaya lebih. TI dalam perusahaan membutuhkan sumber daya untuk mempertahankan aplikasi yang sudah ada untuk dapat berjalan dengan baik, merancanng sistem yang lebih efisien, efektif dan produktif serta menambahkan kebutuhan untuk memenuhi tuntunan bisnis.

Pemerintahan, organisasi dan manajemen proyek yang ada tidak dapat menyelesaikan tuntutan ini. Jalan satu-satunya untuk menemukan titik terang permalahan yang ada sekarang ini adalah melalui joint business dan transformasi TI. Kebanyakan eksekutif bisnis dan TI berpegang pada prinsip bisnis fundamental: bisnis proses mereka membuat mereka memiliki keuntungan kompetitif dalam dunia persaingan.. Beberapa, membuat mereka dapat menangani supply chain dengan efektif dan efisien, ada pula memiliki kemampuan untuk menghadirkan inovasi baru pada pasar. Fokus pada proses bisnis adalah suatu hal yang sangat penting bagi perusahaan untuk lebih matang dalam pencapaian goal yang lebih fleksibel.

Akan tetapi, tim bisnis dan operasi TI biasanya memiliki perbedaan dalam pencapaian tujuannya. Contoh, beberapa tim operasi bisnis lebih menyukai “quick wins” untuk pencapaian tujuan, dimana tim operasi TI lebih menyukai untuk membangun infrastruktur. Dan untungnya adalah, SOA menawarkan keduanya.

2. SOA, The Solution of IT Issue

Apa itu SOA ? SOA (service oriented architecture, arsitektur berorientasi layanan) adalah suatu gaya arsitektur sistem yang membuat dan menggunakan proses bisnis dalam bentuk paket layanan (service) sepanjang siklus hidupnya. SOA juga mendefinisikan dan menentukan arsitektur teknologi informasi (TI) yang dapat menunjang berbagai aplikasi untuk saling bertukar data dan terlibat dalam proses bisnis. Fungsi-fungsi ini tidak terikat dengan sistem operasi dan bahasa pemrograman yang mendasari aplikasi-aplikasi tersebut.

SOA membagi fungsi-fungsi menjadi unit-unit yang berbeda (service), yang dapat didistribusikan melalui suatu jaringan dan dikombinasikan serta digunakan ulang untuk membentuk aplikasi bisnis. Layanan-layanan ini saling berkomunikasi dengan mempertukarkan data antar mereka atau dengan mengkoordinasikan aktivitas antara dua atau lebih layanan. Konsep SOA sering dianggap mendasari atau berkembang dari konsep-konsep yang lebih lama dari komputasi terdistribusi dan pemrograman modular.

Arsitektur ini bergantung pada seorang business process expert untuk menghubungkan dan mengurutkan service sehingga menjadi sebuah proses yang dinamakan orchestration, untuk menemukan / meracik sistem bisnis yang baru atau menarik.


Ada beberapa alasan mengapa kita harus mempelajari dan mengaplikasikan S.O.A:

· Loose Coupling – bagian service yang satu tidak tergantung dengan bagian service lainnya / dapat berdiri sendiri

· Service Contract – berada dalam communications agreement

· Autonomy – services memiliki kontrol atas logic dari aplikasi.

· Abstraction – selain service contract, logic dari aplikasi terkunci dari dunia luar

· Reusability – dapat digunakan kembali untuk membuat service baru

· ComposabilityService dapat berkolaborasi untuk menciptakan services baru / tambahan

· StatelessnessService tidak menyimpan informasi penting dari perusahaan

· DiscoverabilityServices dapat dipaparkan ke dunia luar sehingga dapat dicari dan ditemukan.

SOA memungkinkan user untuk terhubung 1 sama lain dalam 1 fungsi dan dapat menjalankan aplikasi ad hoc yang dibangun dalam satu software service. Makin besar bagiannya, makin sedikit interface yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu fungsi; akan tetapi bagian besar tidak menjamin untuk dapat dengan mudah di-reuse. Setiap interface memiliki fungsi dan nilai masing-masing, jadi ada pertimbangan tersendiri untuk memilih service secara per bagian. Hal yang menjanjikan dari SOA adalah tidak adanya marginal cost untuk menciptakan / menerapkan aplikasi baru, seakan-akan semua software yang dibutuhkan sudah tersedia. Idealnya, cukup melakukan proses orkestrasi untuk membuat aplikasi baru yang dibutuhkan.

Perubahan fundamental yang dapat SOA berikan pada konsep pembuatan sistem yaitu :

  • Unit logic / function yang independen
  • Setiap unit memiliki principles tersendiri maka daripada itu mereka dapat dibuat / dibangun dan di-maintain secara independen.
  • Memiliki standarisasi sehingga dapat dengan mudah digabungkan / diintegrasikan untuk pencapaian solusi bisnis yang lebih tinggi
  • Unit logic ini dinamakan services

Sebuah service dapat ditata/digabungkan dengan service lainnya. Service juga menyediakan mekanisme yang membuat service yang saling berlainan dapat menemukan services lainnya. Services juga dibutuhkan untuk saling bertukar informasi antara mereka.Cara services saling beromunikasi satu sama lain bersifat independent, jika satu service mengirimkan pesan pada service lain, dia tidak lagi mengontrol pesan tersebut.

3. Summary

Tuntutan bisnis, menginginkan TI dalam perusahaan untuk dapat gesit dan tanggap dalam menghadapi perubahan namun tidak mau membayar biaya lebih. TI dalam perusahaan membutuhkan sumber daya untuk mempertahankan aplikasi yang sudah ada untuk dapat berjalan dengan baik, merancanng sistem yang lebih efisien, efektif dan produktif serta menambahkan kebutuhan untuk memenuhi tuntunan bisnis.

Pemerintahan, organisasi dan manajemen proyek yang ada tidak dapat menyelesaikan tuntutan ini. Jalan satu-satunya untuk menemukan titik terang permalahan yang ada sekarang ini adalah melalui joint business dan transformasi TI. Kebanyakan eksekutif bisnis dan TI berpegang pada prinsip bisnis fundamental: bisnis proses mereka membuat mereka memiliki keuntungan kompetitif dalam dunia persaingan..

Akan tetapi, tim bisnis dan operasi TI biasanya memiliki perbedaan dalam pencapaian tujuannya. Contoh, beberapa tim operasi bisnis lebih menyukai “quick wins” untuk pencapaian tujuan, dimana tim operasi TI lebih menyukai untuk membangun infrastruktur. Dan untungnya adalah, SOA menawarkan keduanya.

SOA (service oriented architecture, arsitektur berorientasi layanan) adalah suatu gaya arsitektur sistem yang membuat dan menggunakan proses bisnis dalam bentuk paket layanan (service) sepanjang siklus hidupnya. SOA juga mendefinisikan dan menentukan arsitektur teknologi informasi (TI) yang dapat menunjang berbagai aplikasi untuk saling bertukar data dan terlibat dalam proses bisnis. Fungsi-fungsi ini tidak terikat dengan sistem operasi dan bahasa pemrograman yang mendasari aplikasi-aplikasi tersebut.


Beberapa alasan penting mengapa kita harus mempelajari dan mengaplikasikan S.O.A yaitu

  • Loose Coupling
  • Reusability
  • Composability
  • Statelessness

.

4. Referensi

Dikutip dan disadur dari :

  1. Wikipedia, “Service-oriented architecture
  2. Contributing SOA Practitioners,”SOA Practitioners’ Guide, Part 1: Why Services-Oriented Architecture?

-=FiN=-

qrcode



Kompetisi Masa Depan

Posted by: felixsteven86  :  Category: Bussiness Strategy

Kompetisi Inti

Apa yang dimaksud dengan kompetisi inti? Dalam bukunya yang berjudul Manajemen Strategi: Sebuah Konsep Pengantar, Setiawan HP menganalogikan perusahaan sebagai pohon dan kompetensi inti merupakan akarnya. Kompetensi inti diperkenalkan oleh Hamel dan Prahalad yang diartikan sebagai kumpulan keterampilan dan teknologi yang memungkinkan suatu perusahaan menyediakan manfaat tertentu kepada pelanggan.

Semua kompetensi inti merupakan kapabilitas tetapi sebaliknya, tidak semua kapabilitas merupakan kompetensi inti. Hanya kapabilitas yang memiliki criteria tertentu yang dapat dimasukkan sebagai kompetensi inti,

  1. Valuable Capabilities. Kapabilitas yang memungkinkan perusahaan dapat memanfaatkan peluang dan meminimalkan ancaman yang dihadapi.
  2. Rare Capabilities. Kapabilitas yang dimiliki oleh sangat sedikit pesaing.
  3. Imperfectly Imitable Capabilities. Kapabilitas yang tidak mudah dikembangkan oleh para pesaing.
  4. Non Substitutable Capabilities. Kapabilitas yang tidak dapat disubsitusikan.

Jurus bersaing yang relative lebih baru diperkenalkan dua pakar manajemen Gary Hamel (professor dari London Business School), dan C.K. Prahalad (professor dari Stephen M. Ross School of Business, University of Michigan) pertengahan tahun lalu. Konsepnya diberi nama Strategic Intent. Rumusan ini mereka peroleh setelah memperhatikan beberapa perusahaan Jepang yang tadinya bukan siapa – siapa mampu mengobrak – abrik kedigdayaan perusahaan Amerika Serikat.

Hamel dan Prahalad juga memperkenalkan istilah strategic intent. Apakah strategic intent itu? Strategic intent adalah penyusunan strategi yang didasari oleh visi dan dikembangkan secara bertahap dan konsisten, “It is about rolling the future back into today”. Setiawan HP mendefinisikan strategic intent sebagai pemberdayaan sumber daya yang dimiliki perusahaan secara optimal. Strategic intent memiliki tiga komponen berikut,

  1. Stretch

Stretch adalah menciptakan aspirasi dan ambisi yang mungkin pada mulanya atau dalam kondisi normal, dirasakan tidak mungkin. Hal tersebut akan mendorong perusahaan dan karyawannya untuk merealisasikannya. Jadi, merupakan energy emosional yang menyatukan semua sumber daya yang dimiliki perusahaan untuk mencapai mimpinya.

  1. Foresight

Agar energy emosional terarah dengan tepat, dibutuhkan foresight yang tidak hanya memprediksi masa depan tetapi juga berimajinasi tentang masa depan seperti apa yang harus diciptakan oleh perusahaan berdasarkan berbagai kecenderungan yang ada, misalnya kecenderungan teknologi, perilaku konsumen, lingkungan, dan sebagainya.

  1. Leverage

Leverage adalah bagaimana menciptakan pengaruh yang lebih besar dengan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan saat ini.

Kompetisi Menuju Masa Depan

Hamel dan Prahalad membuka tulisan dalam bukunya Competing for the Future dengan menanyakan berapa porsi waktu perusahaan untuk memikirkan masa depan. Jika perusahaan memiliki porsi yang terbesar untuk memikirkan kondisi perusahaan yang dihadapi saat ini, siap – siaplah untuk tergilas oleh lokomotif persaingan yang terus melaju menuju masa depan. Menurut Hamel dan Prahalad, perusahaan yang memiliki mimpilah yang akan muncul menjadi pemenang. Mimpi, menurut Hamel dan Prahalad, merupakan sumber energy yang menggerakkan seluruh otot dan syaraf organisasi. Mimpi disini dimaksudkan sebagai visi. Hamel dan Prahalad menyebut konsepnya sebagai strategic intent. Strategi harus dimulai dengan visi. Misalnya, mimpi Motorola terhadap dunia tanpa kabel (wireless). Dalam mimpi itu digambarkan suatu ketika nomor telepon tidak dicantumkan pada pesawat telepon tetapi pada manusia. Jadi, mereka bermimpi bahwa suatu ketika semua manusia akan mengantungi telepon portable.

Karena menyangkut soal visi, strategi harus memiliki pandangan ke depan. Pemenangnya dapat melakukan dengan berbagai cara. Menciptakan monopoli terhadap produk tertentu ketika pesaing belum berani memulai (Sony melalui walkman dan Chrysler dengan minivans – nya), menciptakan standar sehingga yang lain harus mengikuti standar tersebut (Matshushita dengan VCR – nya dan Microsoft dengan DOS – nya) atau mempelopori rule of game yang baru (seperti

discount stores – nya Wal Mart).

Dalam strategic intent, mimpi harus memiliki obsesi untuk menang dan harus dicapai secara bertahap. Canon melakukannya dengan mematok Xerox dengan emosi yang sangat terkendali. Mula – mula mereka memahami teknologi dan hak paten. Xerox kemudian mengambil lisensi Xerox untuk masuk pasar. Hal itu adalah awal untuk mengembangkan R&D nya sendiri. Teknologi sendiri ditemukan lalu ditawarkan kepada industri lain untuk membiayai kegiatan R&D lainnya. Setelah siap, baru masuk ke berbagai segmen pasar di Jepang dan Eropa dimana Xerox tidak dominan.

Dalam strategic intent, masa depan bukan hanya harus dibayangkan tetapi harus dibangun. Jadi, dibutuhkan seorang arsitek yang dapat menciptakan hal yang belum tercipta, gabungan antara dreamer dan draftsman, antara seni dengan rekayasa. Dalam kegiatan itu, muncul istilah strategic architecture yang merupakan gabungan antara information architecture (pengetahuan tentang masa depan), social architecture (perilaku, nilai, dan struktur), dan financial architecture. Hamel dan Prahalad menyebut strategic architecture sebagai high level blueprint for the deployment of new functionalities, the acquisition of new competencies, or the migration the reconfiguring of the interface with customers. Filosofi yang paling menarik dari strategic intent adalah the best way to predict the future is to create the future.

Melihat Pandangan Baru Tentang Strategi

Dasar pemikiran Prahalad sederhana saja, persaingan meraih masa depan adalah persaingan untuk menciptakan dan mendominasi peluang yang muncul, memperebutkan ruang bersaing yang baru. Menciptakan masa depan lebih menantang dibandingkan mengejar ketertinggalan karena kita harus membuat sendiri peta jalan kita. Tujuannya bukan sekedar meniru produk dan proses pesaing serta meniru metodenya, melainkan mengembangkan titik pandang yang independen tentang peluang masa depan dan bagaimana memanfaatkannya. Menciptakan jalur (path breaking) jauh lebih menguntungkan dibandingkan mematok duga (benchmarking). Orang tidak mungkin tiba paling dulu di masa depan dengan membiarkan orang lain menjadi perintis.

Tersirat disini bahwa pandangan tentang strategi sangat berbeda dari pandangan yang dianut di banyak perusahaan. Hal itu adalah pandangan tentang strategi yang menyadari bahwa perusahaan harus melepaskan sebagaian besar masa lalunya sebelum perusahaan dapat menemukan masa depan. Hal itu adalah pandangan yang menyadari bahwa tidaklah cukup dengan hanya mendapatkan posisi optimal di pasar yang sudah ada. Tantangannya adalah menembus kebut ketidakpastian dan mengembangkan wawasan ke depan. Hal itu adalah pandangan tentang strategi yang menyadari diperlukan lebih daripada sekedar rencana tahunan tetapi yang dibutuhkan adalah arsitektur strategik yang memberikan cetak biru untuk membangun kompetensi yang diperlukan untuk mendominasi pasar masa depan.

Dengan pandangan baru tersebut, tidak perlu memikirkan ketidakcocokan antara tujuan dan sumber daya tetapi lebih mementingkan penciptaaan tujuan abadi (stretch goals) yang menantang para karyawan untuk mencapai apa yang nampaknya tidak mungkin. Strategi adalah upaya untuk mengatasi kendala sumber daya melalui kegiatan kreatif tanpa akhir untuk mendapatkan resource leverage yang lebih baik.

Ilustrasi Kompetensi Inti: Wal Mart

Raksasa eceran Wal Mart dari Amerika itu membuktikan janjinya kepada konsumen. Wal Mart sanggup menurunkan harga sampai tiga kali dalam sehari. Pesaingnya yang merasa terancam, menuduh Wal Mart melakukan dumping. Akan tetapi, Wal Mart membantah seraya menunjukkan bagaimana cara berusaha eceran yang efisien. Sukses Wal Mart dalam melakukan cut cost itu bermula di awal tahun 1970 – an. Ketika itu, di Amerika, Wal Mart melakukan dua langkah inovasi. Pertama, memusatkan barang yang dipesan pada satu tempat yang sekaligus menjadi pusat distribusi. Jadi, tidak ada satu pun outlet yang menerima barang langsung dari pemasok. Dengan cara itu, banyak biaya untuk gudang dan truk yang berangkat dari pusat distribusi akan selalu penuh dengan pesanan dari beberapa outlet.

Kedua, tahun 1980 – an, Wal Mart mulai menerapkan sistem komputer terpadu yang menghubungkan 1800 tokonya dengan pusat distribusi sekaligus dengan para pemasok besar. Dengan Electronic Data Interchange (EDI) itulah, order pesanan, pengiriman bukti transaksi, dan kuitansi penagihan dari toko ke pusat distribusi, dan dari pusat distribusi ke pemasok, berlangsung dengan cepat. Gerak cepat serupa juga dapat terlihat dari 25 pusat distribusinya. Disana ada ban berjalan yang dipandu dengan sinar laser sehingga setiap barang yang masuk langsung tercatat di komputer. Begitu pula dengan barang yang siap dikirim ke toko, melalui proses yang sama cepatnya.

Wal Mart memiliki kompetensi inti di manajemen logistic sehingga dapat mendominasi bisnis eceran. Outlet yang dimiliki Wal Mart hamper merambah ke seluruh negara bagian Amerika dan luar Amerika. Dengan komptensi inti di manajemen logistik, Wal Mart dapat menghemat banyak biaya produknya dan menghemat banyak waktu sehingga dapat menjual dengan harga di bawah harga pesaing.

Hypercompetition (Richard A D’Aveni)

Pada tahun 1980, Michael Porter dalam bukunya Competitive Strategy memberikan suatu teknik untuk menganalisis struktur industri dan lingkungan persaingan serta menyarankan langkah yang dapat diambil perusahaan untuk mendapat keunggulan bersaing. Dengan keunggulan yang dimiliki, perusahaan dapat memenangkan persaingan. Banyak perusahaan telah menempuh cara yang disarankan Porter untuk mendapatkan keunggulan bersaing. Akan tetapi, karena semua perusahaan berusaha memperoleh keunggulan bersaing sehingga tingkat persaingan semankin ketat. Keunggulan yang dimiliki ternyata tidak dapat bertahan lama. Persaingan untuk mengungguli antara para pemain dalam suatu industri telah mengubah situasi persaingan dalam industri, dari yang tadinya relative statis menjadi lebih dinamis, sehingga menyebabkan keunggulan bersaing tidak dapat bertahan lama (sustainable) karena keunggulan lainnya diciptakan pesaing.

Situasi persaingan yang ditandai dengan dinamika tinggi tersebut, disebut oleh seorang guru besar di Amos Tuck School of Business Administration di Darmout, Amerika yang bernama Richard A D’Aveni sebagai hypercompetition. Dalam bukunya Hypercompetition: Managing the Dynamics of Strategic Maneuvering yang disusun bersama Robert Gunther, D’Aveni menggambarkan proses keruntuhan dari apa yang dinamakan keunggulan bersaing tradisional serta munculnya keunggulan baru dan memperkenalkan teknik baru untuk digunakan dalam menganalisis dinamika persaingan dalam situasi hypercompetition.

Konsep strategic lama seperti strategic fit, sustainable competitive advantage, barriers to entry, long rang planning, dan SWOT analisis menurut D’Aveni akan berguguran bila dinamika persaingan yang dihadapi adalah hypercompetition.

Cara Baru Melihat Keunggulan Bersaing

Melihat keunggulan bersaing dengan cara baru adalah dalam pandangan yang dinamis. Dalam pandangan tersebut, ada beberapa ketentuan yang berlaku,

  1. Setiap keunggulan akan mengalami erosi.

Hal itu bearti bahwa keunggulan bersaing tidak akan tetap bertahan sebagai suatainable competitive advantage. Cepat atau lambat, pesaing akan meniru atau bahkan mengatasi keunggulan yang sudah dimiliki terebut. Bila hal tersebut terjadi maka keunggulan itu tidak akan berarti apa – apa lagi.

  1. Membuat keunggulan bertahan lama bearti bunuh diri.

Berusaha mempertahankan keunggulan bersaing yang dimiliki, menurut D’Aveni bearti member kesempatan kepada pesaing untuk memperkuat diri dan mendapatkan keunggulan baru.

  1. Tujuannya ialah meruntuhkan, bukan membuat sustainable competitive advantage.

Dalam situasi hypercompetition, tujuan utama strategi adalah meruntuhkan status quo dan mengambil inisiatif dengan menciptakan sederetan temporary competitive advantage. Dengan cara tersebut, perusahaan akan selalu selangkah di depan dibandingkan dengan para pesaingnya, bergerak dari satu keunggulan ke keunggulan yang baru.

  1. Mengambil inisiatif dengan langkah kecil.

Karena siklus persaingan semankin pendek, kebutuhan untuk mendapatkan keunggulan baru dengan cepat menjadi meningkat. Dengan demikian, tidak mungkin lagi memikirkan strategi untuk lima atau sepuluh tahun ke depan. Hal yang dibutuhkan adalah serentetan langkah pendek yang akan diambil berurutan.

Cara Lama Melihat Keunggulan Bersaing

Cara lama melihat keunggulan bersaing, menurut D’Aveni, adalah persaingan berada dalam situasi relative statis. Keunggulan bersaing dalam situasi statis tersebut, diperoleh dari keberhasilan dalam empat arena kunci persaingan sebagai berikut,

  1. Harga dan Kualitas (Price and Quality)

Pandangan yang paling sederhana tentang keunggulan bersaing adalah perusahaan bersaing dengan harga atau dengan kualitas barang. Dengan harga rendah diharapkan penjualan meningkat dan biaya tetap dapat dialokasikan pada volume penjualan yang besar. Harga rendah tersebut hanya mungkin jika biaya produksi juga rendah dan hal tersebut dapat dilakukan menggunakan konsep Porter Overall Cost Leadership. Dengan harga yang tinggi diharapkan dapat diperoleh margin yang tinggi dengan kualitas yang tinggi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan konsep Porter Product Differentiation. Dalam pandangan itu, keunggulan yang dimiliki, baik berupa harga maupun kualitas, dapat bertahan lama dengan upaya tertentu. Akan tetapi, dalam pandangan yang lebih dinamis, keunggulan yang diperoleh, baik dengan harga maupun kualitas, tidak akan bertahan lama. Pesaing akan muncul dengan produk yang berkualitas atau dengan harga yang lebih rendah.

  1. Waktu dan Pengetahuan (Time and Know – How)

Arena persaingan kedua adalah dengan memasuki pasar lebih dulu dari pesaing dan dengan pengusaan teknologi. Dalam pandangan yang statis, keunggulan itu juga dapat dipertahankan dalam jangka waktu cukup lama. Namun, dalam pandangan yang lebih dinamis tentang keunggulan bersaing, masing – masing pesaing akan berusaha terlebih dahulu dalam memasuki pasar dengan menguasai teknologi untuk inovasi produk.

  1. Daerah Kekuasaan (Strongholds)

Arena persaingan ketiga untuk mendapatkan keunggulan bersaing dalam pandangan statis adalah dengan membatasi jumlah pesaing dalam daerah kekuasaan tertentu dengan menciptakan Barrier to Entry. Dengan jumlah pesaing yang sedikit, masing – masing akan menikmati laba besar dan situasi itu akan bertahan selama Barriers to Entry dapat dipertahankan. Dalam pandangan yang lebih dinamis tentang keunggulan bersaing, Barriers to Entry pada akhirnya akan runtuh karena pesaing yang ingin masuk akan melakukan segala upaya untuk mengatasi rintangan tersebut.

  1. Dompet Tebal (Deep Pocket)

Arena persaingan keempat adalah menggunakan sumber daya yang lebih besar. Dengan banyaknya sumber daya yang digunakan, perusahaan akan memiliki kapasitas bersaing lebih besar. Akan tetapi, dalam pandangan yang lebih dinamis, keunggulan tersebut akan hilang bila beberapa pesaing membentuk aliansi untuk menghadapi perusahaan yang memiliki sumber daya lebih besar.

Pandangan dinamis tentang keunggulan bersaing, menurut D’Aveni didasarkan pada tiga prinsip dasar berikut,

  1. Interaksi Strategis yang Dinamis

Prinsip pertama, bahwa dalam strategi bersaing, semua aksi sebenarnya adalah interaksi. Setiap langkah strategis yang diambil perusahaan sebenarnya adalah counter move atau sebagai antisipasi terhadap langkah pesaing. Dalam setiap interaksi yang dinamis, suatu perusahaan yang mengambil langkah untuk mendapatkan keunggulan sementara akan segera dibalas oleh pesaing untuk menetralisasi persaingan atau mendapatkan keunggulan baru. Perusahaan pertama akan terpaksa mengambil tindakan balasan lagi dan situasi itu akan terus berlanjut sehingga situasi persaingan dalam industri tersebut akan menjadi lebih ketat.

  1. Strategi adalah Relatif

Prinsip kedua yang mendasari pandangan baru tengang keunggulan bersaing adalah bahwa tidak ada strategi yang mutlak, semuanya relative. Posisi persaingan suatu perusahaan serta ketahanan keunggulan yang dimilikinya selalu dilihat dalam hubungannya dengan pesaing. Posisi perusahaan A dikatakan kuat sebagai low cost producer, kalah semua pesaing berada pada posisi yang lebih lemah. Artinya, biaya mereka lebih tinggi daripada perusahaan A. Begitu pula dalam hal ketahanan keunggulan yang dimiliki suatu perusahaan, hal itu dilihat dari reaksi pesaing terhadap keunggulan tersebut.

  1. Kecenderungan dalam Empat Arena Persaingan

Prinsip ketiga adalah posisi strategis suatu perusahaan tidak hanya relative terhadap para pesaing tetapi juga dilihat dalam konteks sejarah itneraksi yang dilakukan oleh pesaing. Oleh sebab itu, pesaing harus memproyeksikan kecenderungan jangka panjang untuk memahami kemana arah persaingan tersebut. Keempat arena persaingan yang diuraikan menyediakan suatu kerangka yang berguna untuk menelusuri interaksi strategis yang dinamis antara pesaing dalam jangka waktu yang panjang dan untuk memahami evolusi industri.

Tangga Eskalasi dan Hypercompetition

Penelitian yang dilakukan D’Aveni tentang perjalanan sejarah dalam masing – masing arena persaingan memperlihatkan adanya dua jenis eskalasi,

  1. Eskalasi dalam Arena

Suatu gerakan strategis dalam satu arena persaingan, umpamanya menurunkan harga yang lebih rendah dan seterusnya sehingga persaingan tidak berhenti mengalami eskalasi.

  1. Eskalasi Lintas Arena

Karena tidak ada lagi ruang gerak dalam arena persaingan yang sama, persaingan dapat meningkat melintasi garis batas arena. Karena tidak mungkin lagi meningkatkan mutu produk, misalnya, perusahaan memasuki arena lain sehingga eskalasi persaingan berjalan dalam bentuk lintas arena. Eskalasi lintas arena tersebut, tidak berjalan secara beraturan tetapi dapat meloncat dan berputar balik.

Aturan Baru dalam Hypercompetition: 7S Baru

Berdasarkan hasil pengamatannya atas perusahaan yang berhasil dalam hypercompetition, D’Aveni mengemukakan satu set rancangan baru yang disebut 7S baru. Konsep tersebut dimaksudkan untuk menggantikan kerangka &s dari McKinsey yang dikatakannya tidak lagi berlaku dalam situasi hypercompetition. Menurut McKinsey, keunggulan bersaing diperoleh dengan menciptakan keserasian (fit) antara karakteristik kunci organisasi dan memusatkan karakteristik tersebut pada satu tujuan atau misi. Hal ini menuntut adanya keserasian antara strategi organisasi dan lingkungan serta keserasian antara ketujuh factor inti internal organisasi, yaitu structure, strategy, system, style, skill, staff, dan superordinate goals, yang biasanya disebut 7S.

Keserasian tersebut, menurut D’Aveni mengandung pengertian permanen. Dalam situasi hypercompetition, hal tersebut sudah kuno dan mudah dipatahkan pesaing. Pesaing bahkan dapat memanfaatkan 7S itu untuk melancarkan serangan terhadap perusahaan sendiri. Ketujuh S baru yang disarankan D’Aveni sebagai berikut,

  1. Superior stakeholder satisfaction
  2. Strategy soothsaying
  3. Posititioning for speed
  4. Posititioning for surprise
  5. Shifting the rules of competition
  6. Signaling strategic intent
  7. Simultaneous and sequential strategic thrust

Dua S pertama yang diperkenalkan D’Aveni menentukan sumber keunggulan baru dan cara memperolehnya. Superior stakeholders satisfaction adalah kunci untuk memenangkan setiap interaksi strategis yang dinamis dengan pesaing. Proses mengembangkan keunggulan baru atau menumbangkan keunggulan pesaing dimulai dengan memahami bagaimana memuaskan pelanggan. Dengan mengenali cara memuaskan pelanggan, perusahaan dapat mengidentifikasi langkah selanjutnya untuk mengambil inisiatif. Akan tetapi, pelanggan bukan satu – satunya stakeholders yang harus dipuaskan. Karyawan juga harus dipuaskan supaya perusahaan dapat melaksanakan langkah strategis.

Strategi soothsaying adalah proses mencari pengetahuan baru untuk meramalkan atau bahkan menciptakan peluang baru yang akhirnya akan dimanfaatkan pesaing tetapi saat ini tidak seorangpun yang menggunakannya. Kedua S tersebut berbeda dari pemikiran konvensional tentang keunggulan karena menurut konsep itu, sumber keunggulan dalam kemampuan untuk memenangkan setiap interaksi strategis yang dinamis dengan pesaing. Hal itu dicapai dengan menemukan cara memuaskan pelanggan dengan cara baru dan lebih baik daripada cara lama. Untuk itu, diperlukan dua kompetensi berikut,

  1. Karyawan yang termotivasi dan mempunyai wewenang pada semua tingkatan organisasi.
  2. Pengetahuan tentang masa depan atau kemampuan untuk menciptakan masa depan.

Semuanya itu memungkinkan perusahaan hypercompetition untuk meruntuhkan pasar dengan menciptakan peluang baru dan membuat kuno cara lama melayani pelanggan. Agar cepat mendapatkan manfaat dari visi yang diidentifikasi dengan S pertama, perusahaan harus mengembangkan kemampuan untuk meruntuhkan menggunakan dua S berikutnya, yaitu speed dan surprise. Dengan kemampuan itu, perusahaan dapat bereaksi dengan cepat terhadap peluang yang ada pada lingkungan atau secara proaktif membuat gerakan untuk mengungguli pesaing pada setiap tahapan dari interaksi strategis yang dinamis antara perusahaan.

Karena keunggulan mengalami erosi dengan cepat, kemampuan untuk bertindak dengan cepat dan mengejutkan menjadi sangat penting untuk merebut inisiatif. Kecepatan dan kejutan dibutuhkan untuk memanfaatkan peluang, bergerak cepat menyerang pesaing, atau membalas serang pesaing. Kecepatan juga merupakan kunci dari keunggulan bersaing karena dengan itu kemampuan perusahaan akan bertambah untuk melayani pelanggan dan memiliki waktu yang tepat untuk memasuki pasar. Kejutan juga sangat penting untuk keberhasilan. Semankin lama pesaing dapat ditunda memasuki pasar dengan serangan yang mengejutkan, semankin banyak waktu bagi perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar.

Kedua S itu menyarankan bahwa keunggulan dalam setiap interaksi strategis yang dinamis terletak pada kemampuan organisasi yang memungkinkan perusahaan mengungguli pesaing dengan kejutan dan kecepatan. Karena perusahaan hanya mampu menciptakan keunggulan sementara dengan setiap langkah baru untuk memuaskan pelanggan, diperlukan serangan yang cepat dan tanpa peringatan sebagai salah satu cara untuk mempertahankan keunggulan sementara selama mungkin.

Ketiga S terakhir berkenaan dengan taktik yang digunakan dalam lingkungan hypercompetition. Shifting the rules of competition berhubungan dengan tindakan yang menentukan medan pertempuran baru. Dengan mengubah aturan permainan, perusahaan menciptakan peluang baru untuk memuaskan pelanggan, cara abru melakukan transofrmasi pada industri. Perubahan aturan permainan itu tidak selalu merupakan hasil dari inovasi teknologi. Signals – peringatan verbal dari strategic intent – merupakan pengantar yang penting bagi tindakan yang lebih hebat. Singal dapat menahan tindakan pesaing atau menciptakan ketidakpastian yang mengikis kemauan mereka untuk bertahan terhadap serangan. Jadi, signal dapat digunakan untuk meruntuhkan status quo dan interaksi antar perusahaan dan dengan demikian menciptakan keunggulan.

Simultaneous and sequential strategic thrust adalah penggunaan serangkaian tindakan yang dirancang untuk membingungkan pesaing dan meruntuhkan status quo untuk menciptakan keunggulan baru atau mengikis keunggulan pesaing. Dengan serangkaian serangan yang serentak atau berurutan, diharapkan perusahaan akan mendapatkan keunggulan. Ketiga S itu menyarankan bahwa memenangkan interaksi strategis yang dinamis ada hubungannya dengan cara terjadi interaksi tradisional antara pesaing menggunakan signal, cara bersaing baru dengan mengubah aturan permainan, dan tindakan serentak dan berurutan yang memanipulasi tindakan pesaing.

Bentuk Baru Keunggulan Bersaing

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa satu – satunya keunggulan bersaing yang dapat bertahan lama adalah yang didasarkan pada pengetahuan bahwa 7S baru memberikan jalan bagaimana mengendalikan interaksi strategis yang dinamis dengan pesaing. Dalam hypercompetition, penekanan diletakkan pada penggunaan interaksi strategis yang dinamis untuk menetralisasi keunggulan yang dimiliki pesaing atau bahkan menciptakan keunggulan baru.

Ilustrasi Hypercompetition: Microsoft Coorporation

Ilustrasi yang paling menarik adalah strategi yang diterapkan Bill Gates melalui Microsoft – nya. Microsoft melalu produk software MS – DOS berhasil merajai industry software komputer. Hal tersebut terlihat pada era 1980 – an, hamper semua PC di seluruh dunia menggunakan MS – DOS sebagai operating system – nya. Saat itu, tidak terbayangkan bahwa MS – DOS justru hancur karena produk baru yang diluncurkan oleh Microsoft sendiri, yaitu Microsoft Windows. Saat ini, hamper semua PC di seluruh dunia menggunakan Microsoft Windows sebagai operating system – nya menggantikan MS – DOS.

Dalam industri software komputer yang persaingan sangat tinggi dan perubahan yang terjadi sudah merupakan hitungan detik, bukan lagi menit atau bahkan jam, persaingan sangat dinamis sehingga penerapan sustainable competitive advantage akan menyebabkan perusahaan tertinggal dibandingkan dengan para pesaing. Microsoft tidak terpaku mempertahankan keunggulan bersaing yang dimiliknya pada produk MS – DOS. Sebelum pesaing menciptakan keunggulan baru untuk mengalahkan keunggulan MS – DOS, Microsoft menciptakan keunggulan baru yang lain melalui produk Windows – nya.

Crafting Strategy, Henry Mintzberg

Bayangkan bagaimana sebuah perusahaan membuat perencanaan strategi. Sebuah grup atau komite khusus dibentuk untuk membuat perencanaan strategi tersebut. Grup ini terdiri atas manager senior, analisis, dan staff ahli yang bekerja secara sistematis dan analitis dalam menganalisis kelebihan dan kelemahan perusahaan dan mengamati peluang serta ancaman yang akan dihadapi perusahaan. Dari analisis tersebut, grup memformuliaskan strategi yang tepat bagi perusahaan dengan mempertimbangkan kondisi internal dan kondisi eksternal perusahaan.

Sekarang bayangkan seorang pelukis membuat lukisannya. Dengan keterampilan dan bakat yang dimilikinya, dia mencoba menuangkan aspirasinya dalam sebuah lukisan sehingga dia dapat membuat lukisan yang benar – benar dapat mengekspresikan apa yang dimilikinya dan apa yang menjadi harapannya. Hal itu yang menjadi ide Mintzberg dalam upaya perusahaan memformulasikan perusahaannya. Mintzberg berpendapat dalam memformulasikan strategi akan lebih efektif jika proses formulasi strategi tidak hanya berjalan secara mekanis tetapi lebih dari itu. Bagaikan seorang pelukis, dia duduk di antara masa lalu perusahaan yang mencerminkan kemampuan perusahaan dan masa depan perusahaan yang mencerminkan kesempatan di masa depan yang dengan keterampilan dan bakatnya mencoba melukis masa depan perusahaan sehingga dapat ditentukan strategi yang tepat dan efektif bagi perusahaan. Strategi diformulasikan melalui proses kreatif yang dikerjakan oleh orang yang ahli dan memiliki keharmonisan antara keterampilan dan bakat. Hal itulah yang merupakan esensi dan crafting strategy. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam crafting strategy sebagai berikut,

  1. Strategi merupakan gambaran antara kapasitas perusahaan di masa lalu dan kemampuan perusahaan menangkap peluang yang muncul di masa depan serta menghadapi ancaman yang muncul dalam lingkungan bisnis.
  2. Strategi dapat ditentukan bukan hanya disengaja melalui suatu proses yang mekanis dan sistematis tetapi sering muncul dari proses kreatif dengan pola yang terkadang tidak sistematis.
  3. Strategi yang efektif dikembangkan melalui berbagai cara yang kadang – kadang tidak lazim tetapi justru efektif dalam menentukan strategi yang tepat bagi perusahaan.
  4. Dengan kondisi lingkungan yang terus menerus mengalami perubahan, penerapan manajemen strategi yang konvensional menjadi tidak efektif. Reorientasi strategi terjadi sangat cepat sehingga muncul yang disebut quantum leap. Penekanannya adalah pada kemampuan perusahaan dalam mengembangkan strategi baru dan kemampuan organisasi dalam beradaptasi dengan munculnya orientasi bisnis yang baru.
  5. Dalam mengelola strategi, seorang ahli strategi digambarkan sebagai perencana atau penentu visi perusahaan yang harus memiliki kemampuan sebagai berikut,
  1. Mampu mengelola kestabilan sehingga dapat meminimalkan factor ketidakpastian.
  2. Mampu mendeteksi suatu trend yang tidak umum atau tidak biasa. Tantangan besar dalam crafting strategy adalah dalam mendeteksi munculnya trend yang tidak umum atau tidak biasa dan memasukkannya dalam memprediksi bisnis di masa depan.
  3. Memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai bisnis yang dihadapinya. Bukan hanya pengetahuan intelektual dan kemampuan analisis terhadap fakta dan angka tetapi keterampilan pribadi, bakat, dan pemahaman yang mendalam mengenai bisnis akan sangat menentukan keberhasilan seseorang dalam mengelola strategi.
  4. Mampu mengelola pola yang ada. Kemampuan untuk mendeteksi pola yang ada akan membantu perusahaan dalam menentukan bentuknya. Dalam organisasi yang kompleks bearti mengembangkan suatu struktur yang fleksibel, mempekerjakan sumber daya manusia yang kreatif, mendefinisikan strategi dalam konteks yang luas, dan memperhatikan terhadap pola yang mungkin muncul.
  5. Kemampuan merekonsiliasi perubahan yang terjadi dengan kontinuitas.

INTERNET AND STRATEGI

Posted by: felixsteven86  :  Category: Bussiness Strategy

Banyak berpendapat bahwa strategi Internet sudah kuno. Dalam kenyataannya, belakangan ini  adalah benar. Karena Internet cenderung melemahkan operational industri tanpa memberikan keuntungan milik operasional, karena itu lebih penting daripada bagi perusahaan – perusahaan untuk membedakan dirinya melalui strategi. Masing-masing pemenang adalah mereka yang melihat Internet untuk melengkapi, bukan dari manusia, cara tradisional dari persaingan.

Internet adalah teknologi baru yang sangat penting, dan tidak mengherankan memiliki menerima banyak perhatian dari pengusaha, eksekutif, investor, pengamat, dan bisnis. Perusahaan menggunakan teknologi internet untuk menggeser persaingan dari kualitas, layanan dan harga, sehingga sulit bagi siapapun dalam industri untuk mendapatkan profit. Sudah saatnya untuk melihat jelas dari Internet. Sudah saatnya menghapus paradigma dari retorik tentang “Internet industri”, “e-strategi bisnis,” dan “ekonomi yang baru” dan melihat Internet untuk apa digunakan: sebuah alat teknologi yang canggih yang dapat digunakan di hamper semua industri dan sebagai bagian dari hampir setiap strategi. Kita perlu menanyakan pertanyaan dasar mengenai: Siapa yang mengambil keuntungan dari pembuatan internet? Apakah semua nilai akhir akan sampai ke pelanggan, atau perusahaan yang akan memanennya? Bagaimana dampak Internet pada struktur industry? Apakah akan diperluas atau meminimalis keuntungan? Dan apakah akan membawa dampaknya pada strategi? Apakah internet akan menyokong atau berkarat terhadap kemampuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan dari pesaing mereka?

Dalam menangani pertanyaan – pertanyaan ini, kami banyak tidak menemukan penyelesaian. Saya percaya bahwa perusahaan memiliki pengalaman dengan internet sejauh ini. Bila dilihat dari sisi lain, jelas sekali bahwa internet tidak harus menjadi berkat. Dimana cenderung untuk merubah struktur industri yang mengakibatkan mengurangi profitabilitas, dan memiliki efek terhadap praktek bisnis, mengurangi keuntungan yang dapat dipertahankan dari kemampuan operasional perusahaan. Kunci pertanyaannya adalah apakah teknologi Internet menyebar – perusahaan tidak memiliki pilihan jika mereka ingin tetap kompetitif – tetapi bagaimana caranya untuk menyebarnya. Banyak perusahaan yang berhasil akan orang yang menggunakan Internet sebagai pelengkap untuk tradisional ini sebagai cara persaingan. Dot-coms juga dapat menjadi pemenang – jika mereka mengerti menjualkan antara Internet dengan pendekatan tradisional. Beberapa pendapat mengatakan, Internet membuat strategi semankin penting.

Mengubah Sinyal Pasar

Perusahaan yang menyimpangkan teknologi Internet telah dibuat bingung dengan sinyal distorsi pasar. Itupun dapat dimengerti ketika berhadapan dengan fenomena bisnis baru, untuk melihat ke pasar luar datang untuk petunjuk. Tetapi pada tahap awal dari rollout penting dari apapun teknologi baru, pasar sinyal tidak dapat diandalkan. Teknologi baru memicu merajalela pengalaman, baik oleh perusahaan dan pelanggan, dan eksperimen sering tidak berkelanjutan secara ekonomis. Sebagai hasilnya, perilaku pasar yang berubah – rubah dan harus ditaksir dengan hati-hati. Yang pasti kasus yang terjadi di Internet. Mempertimbangkan pendapatan dari sisi keuntungan di dalam industri dimana Internet adalah teknologi yang digunakan secara luas. Angka-angka penjualan tidak dapat diandalkan untuk tiga alasan. Pertama, banyak perusahaan memiliki subsidi pembelian produk mereka dan layanan berharap staking keluar dari posisi di Internet dan menarik pelanggan. (Pemerintah telah juga mensubsidi on-line berbelanja dengan pembebasan dari pajak penjualan.) Pembeli telah mampu membeli barang dengan diskon harga, atau bahkan mereka memperoleh secara gratis, daripada membayar harga yang benar mencerminkan biaya. Bila harga rendah, permintaan unit menjadi tinggi. Kedua banyak pembeli telah diambil ke Internet dari rasa ingin tahu mereka telah bersedia untuk melakukan transaksi on-line bahkan ketika keuntungan telah atau belum pasti/ terbatas. Jika Amazon.com menawarkan yang sama atau lebih rendah harga dibandingkan toko buku konvensional dan gratis atau subsidi pengiriman, mengapa tidak mencoba sebagai percobaan? Cepat atau lambat, beberapa pelanggan dapat diharapkan untuk kembali ke cara lebih tradisional dari modus commerce, khususnya jika subsidie berakhir, melakukan penilaian loyalitas pelanggan berdasarkan kondisi sejauh ini tersangka. Akhirnya, beberapa pendapatan dari baris-commerce telah diterima dalam bentuk saham bukan tunai.  Sebagian besar dari perkiraan $ 450 juta dalam pendapatan yang telah diakui Amazon dari patner perusahaan, misalnya, telah datang sebagai saham. Kesinambungan penghasilan tersebut adalah diragukan, dan benar hinges pada fluktuasi nilai dalam harga saham. Jika pendapatan adalah konsep yang sukar ditangkap di Internet, biaya sama fuzzy. Banyak perusahaan melakukan bisnis on-line telah menikmati subsidi masukan. Pemasok mereka, ingin afiliasi sendiri dan dengan belajar dari dot-com pemimpin telah menyediakan produk, layanan, dan konten di diskon harga. Banyak penyedia konten, misalnya, cepat untuk menyediakan informasi ke Yahoo! untuk sebelah tidak berharap pendirian tempat berpijak pada salah satu Internet yang sering dikunjungi sites. Beberapa penyedia layanan bahkan memiliki portal popular berbayar untuk mendistribusikan konten mereka. Lebih jauh  masking biaya, banyak pemasok untuk tidak menyebutkan karyawan dimana telah sepakat untuk menerima ekuitas, waran, saham atau pilihan dari yang berkaitan dengan perusahaan dan venture di pembayaran untuk layanan mereka atau products. Pembayaran dalam ekuitas tidak akan muncul pada pernyataan pendapatan, tetapi biaya untuk pemegang saham. Pemasok tersebut telah artificially depresi biaya melakukan bisnis di Internet sehingga tampak lebih menarik dari dunia ini. Akhirnya, biaya telah berubah oleh sistematis understatement untuk keperluan capital. Perusahaan setelah perusahaan dipuji karena aset yang rendah intensitas melakukan usaha online, hanya untuk menemukan bahwa inventarisasi, gudang, dan inventasi lainnya yang diperlukan untuk memberikan nilai kepada pelanggan.

Sinyal dari pasar saham telah lebih tidak dapat diandalkan. Menanggapi antusiasme investor atas peledak pertumbuhan internet, penaksiran saham menjadi decoupled fundamental dari bisnis. Mereka tidak lagi memberikan panduan akurat untuk apakah ekonomi riil nilai yang telah dibuat. Setiap perusahaan yang telah dibuat kompetitif mempengaruhi keputusan berdasarkan dekat-istilah harga saham atau menanggapi sentimen investor telah menempatkan sendiri beresiko. Mengganggu penerimaan, biaya, dan harga saham telah dicocokkan oleh metrik keuangan yang perusahaan adopsi. Eksekutif dari perusahaan yang melakukan bisnis melalui Internet telah, nyaman, downplayed ukuran tradisional tentang profitabilitas dan nilai ekonomi. Sebaliknya, mereka telah menekankan luas definisi pendapatan, nomor pelanggan, atau, bahkan lebih mencurigai, tindakan yang mungkin berkorelasi dengan cerah – seperti jumlah unik pengguna ( “mencapai”), jumlah situs pengunjung, atau klik-melalui harga. Sebenarnya, Internet telah diberikan menimbulkan serangkaian baru metrik kinerja yang hanya bebas hubungan untuk nilai ekonomi. Teknologi internet memberikan kesempatan baik untuk khusus untuk mendirikan perusahaan strategis positionings. apakah dari generasi sebelumnya dari teknologi informasi. Daripada dibandingkan menandakan lingkungan bisnis yang sehat, yang benar-benar jumlah titik-coms di banyak industri sering diturunkan tidak lebih dari adanya hambatan untuk masuk rendah, selalu tanda bahaya.

Kembali ke Fundamental

Sulit untuk datang ke setiap perusahaan pemahaman tentang dampak dari bisnis di Internet dengan melihat hasil untuk sekarang ini. Tetapi ada dua kesimpulan yang dapat diambil. Pertama, banyak usaha aktif di Internet adalah usaha buatan persaingan dengan buatan berarti dan bertiang oleh modal sampai yang baru – baru ini telah tersedia. Kedua, dalam masa transisi seperti yang kita sudah terjadi melalui, dimana sering muncul sebagai jika ada aturan baru dari dot – com petisi. Tetapi sebagai pasar memaksa bermain, karena mereka sekarang, peraturan lama kembali mata uang mereka. Lahirnya dari nilai ekonomi sekali lagi menjadi akhir dari keberhasilan bisnis. Nilai ekonomis bagi perusahaan yang tidak lebih dari kesenjangan antara harga dan biaya, dan itu dapat dipercaya. Untuk menghasilkan pendapatan, mengurangi pengeluaran, atau hanya bisa melakukan sesuatu yang berguna oleh menyebarkan teknologi internet tidak cukup bukti nilai yang telah dibuat. Maupun merupakan perusahaan saat ini harga saham tentu indikator nilai ekonomi. Nilai pemegang saham mengukur ekonomi dapat diandalkan nilai hanya melalui jangka panjang.

Dalam berpikir tentang nilai ekonomi, namun sangat bermanfaat untuk menarik perbedaan antara penggunaan internet (seperti operasi pasar digital, jual mainan, atau perdagangan sekuriti) dan teknologi internet (seperti situs – custumize atau alat komunikasi real-time layanan), yang dapat menggunakan banyak digelar di seluruh. Banyak telah menunjuk pada keberhasilan para penyedia teknologi Internet dari nilai ekonomi. Tetapi ini berpikir adalah salah. Ini adalah penggunaan Internet yang pada akhirnya membuat nilai ekonomi. Teknologi penyedia layanan dapat beruntung untuk waktu yang terlepas dari apakah penggunaan Internet yang menguntungkan. Dalam periode percobaan berat, bahkan penjual cedera teknologi dapat berkembang pesat. Tetapi kecuali berkelanjutan menggunakan menghasilkan pendapatan atau tabungan yang melebihi biaya penyebaran mereka, kesempatan untuk teknologi penyedia layanan akan menjadi layu sebagai perusahaan menyadari bahwa lebih lanjut investasi secara ekonomi kurang sehat. Jadi bagaimana Internet dapat digunakan untuk membuat nilai ekonomi? Untuk menemukan jawaban, kita perlu melihat di luar pasar sinyal ke dua faktor fundamental yang menentukan profitabilitas adalah struktur industri, yang menentukan profitabilitas rata – rata pesaing dan keuntungan kompetitif berkelanjutan, yang memungkinkan perusahaan untuk lebih tinggi dari rata-rata pesaing. Kedua yang melandasi driver dari keuntungan yang universal; mereka melebihi apapun teknologi atau jenis usaha. Pada saat yang sama, mereka sangat bervariasi dengan industri dan perusahaan. Seperti bisnis-ke-konsumen (atau “B2C”) and business-to-business (or “B2B”) berarti membuktikan profitabilitas. Potensial dapat dipahami hanya dengan melihat industri individu mencoba dan masing-masing perusahaan.

Internet dan Struktur Industri

Internet telah menciptakan beberapa industri baru, seperti pelelangan online dan pasar digital. Namun, dampak besar yang ada di industri adalah dibatasi oleh tinggi biaya untuk berkomunikasi, informasi, atau memenuhi transaksi.Seperti E-Learning, misalnya telah ada decade terakhir ini, dengan sekitar satu juta siswa mendaftarkan dalam korespondensi kursus setiap tahun. Internet memiliki potensi yang sangat besar untuk memperluas jarak belajar, tetapi tidak membuat industri. Demikian pula, Internet menyediakan efisiensi dalam mengorder produk.

gbr1

Mitos Pertama Mover

Mengingat implikasi negatif dari internet untuk profitability, mengapa ada optimisme tersebut, bahkan bahagia rohani dan jasmani, sekitar ditetapkan? Salah satu alasannya adalah bahwa semua orang cenderung untuk fokus pada apa yang Internet bisa lakukan dan bagaimana dengan cepat penggunaannya telah memperluas bukan pada bagaimana ia mempengaruhi industry. Paling utama adalah asumsi umum bahwa penyebaran dari Internet akan meningkatkan biaya berpindah dan membuat efek jaringan yang kuat, yang akan memberikan Movers dengan keunggulan kompetitif dan profitabilitas. Pertama Movers ini akan memperkuat keuntungan dengan cepat membangun ekonomi yang kuat-merek baru. Mempertimbangkan biaya berpindah. Berpindah meliputi biaya semua biaya yang ditimbulkan oleh pelanggan di peruntukkan pemasok baru dari sebuah kontrak baru untuk reentering data untuk belajar cara menggunakan produk atau layanan yang berbeda.

Ketika orang berbicara tentang “kedekatan” dengan situs web, apa yang mereka sering berbicara tentang perpindahan biaya tinggi. Dalam kenyataannya, walaupun, berpindah biaya yang mana yang akan menjadi lebih rendah, tidak tinggi, di Internet dari mereka untuk tradisional cara melakukan bisnis, termasuk menggunakan pendekatan generasi sebelumnya dari sistem informasi seperti EDI. Di Internet, pembeli dapat sering beralih pemasok hanya beberapa klik mouse, dan teknologi Web yang baru berpindah secara sistematis mengurangi biaya lebih lanjut. Sebagai contoh, perusahaan seperti PayPal menyediakan penyelesaian layanan Internet atau mata uang yang digunakan di Internet seperti E-Wallet yang memungkinkan pelanggan untuk berbelanja di berbagai situs tanpa untuk memasukkan informasi pribadi dan nomor kartu kredit. Konten-alat konsolidasi OnePage seperti memungkinkan pengguna untuk menghindari harus kembali ke situs luar dan untuk menerima kembali informasi dengan memungkinkan mereka untuk membangun disesuaikan halaman web yang menarik diperlukan informasi secara dinamis dari banyak situs. Sejumlah aplikasi penting Internet  menampilkan efek jaringan, termasuk e-mail, pesan langsung, pelelangan, online message board, ataupun chat room. Di mana seperti efek yang signifikan, mereka dapat membuat permintaan dari sisi ekonomi dan skala meningkatkan hambatan untuk masuk.

Kompetisi Internet di Masa Depan

Sementara setiap industri akan berkembang dalam cara yang unik, seperti mempengaruhi kekuatan struktur industri menunjukkan bahwa penyebaran teknologi Internet akan kemungkinan untuk terus memberikan tekanan pada profitabilitas banyak industri. Mempertimbangkan intensitas persaingan, misalnya banyak dots.coms akan keluar dari bisnis, tampaknya akan menunjukkan bahwa konsolidasi akan mengambil dan persaingan akan dikurangi. Kekuatan pelanggan juga akan cenderung meningkat. Seperti pembeli awal dengan rasa ingin tahu Web wanes dan subsidi akhir, perusahaan yang menawarkan produk atau layanan on-line akan terpaksa harus menunjukkan bahwa mereka memberikan manfaat nyata.

Internet dan Keuntungan Kompetitif

Jika rata-rata keuntungan yang banyak di bawah tekanan di industri dipengaruhi oleh Internet, semua menjadi lebih penting untuk setiap perusahaan untuk mengatur dirinya. Satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dengan  menurunkan biaya, dengan harga premium yang kuat, atau dengan melakukan  keduanya. Biaya keuntungan dan harga dapat dicapai dalam dua cara. Internet akan mempengaruhi operasional dan efektivitas posisi sangat strategis dalam berbagai cara. Ini menjadikannya sulit bagi perusahaan untuk mempertahankan keuntungan operasional, tetapi membuka kesempatan baru untuk mencapai atau kekuatan suatu posisi strategis.

Enam Prinsip Strategi Pemosisian

Untuk membentuk dan mempertahankan suatu posisi strategis, sebuah kebutuhan perusahaan untuk mengikuti enam prinsip dasar. Pertama, ia harus mulai dengan tujuan: untuk mengungguli jangka panjang kembali pada investasi. Hanya dengan terbang dalam strategi berkelanjutan keuntungan nyata akan nilai ekonomi akan dihasilkan. Adalah menciptakan nilai ekonomis bila pelanggan bersedia untuk membayar harga untuk produk atau layanan yang melebihi biaya produksi itu.  Bila tujuan yang ditetapkan dalam hal volume atau pangsa pasar kepemimpinan, dengan keuntungan diasumsikan ikuti, strategi miskin sering hasil. Itu sama adalah benar bila strategi ditetapkan untuk menanggapi keinginan yang dianggap investor. Kedua, sebuah perusahaan strategi harus memungkinkan untuk memberikan nilai-proposi, atau menetapkan manfaat, yang berbeda dari yang ditawarkan pesaing. Strategi, kemudian, tidak adalah yang universal untuk mencari cara terbaik untuk persaingan atau bukan upaya yang akan segala sesuatu untuk setiap pelanggan. Dimana mendefinisikan sebuah cara persaingan yang memberikan nilai unik dalam kumpulan tertentu untuk menggunakan atau kumpulan pelanggan.

Ketiga, strategi harus tercermin dalam suatu rantai nilai. Untuk menetapkan keuntungan kompetitif yang berkelanjutan, perusahaan harus melakukan kegiatan yang berbeda dari pesaingnya atau melakukan kegiatan serupa di berbagai cara. Perusahaan harus mengkonfigurasi cara menjalankan manufaktur, logistik, layanan publik, pemasaran, manajemen sumber daya manusia, dan sebagainya yang berbeda dari saingan dan disesuaikan ke nilai yang unik. Jika perusahaan berfokus mengadopsi praktik terbaik, akan berakhir dengan kinerja kegiatan paling mirip dengan pesaing, sehingga untuk memperoleh keuntungan. Keempat, strategi kuat melibatkan perdagangan trade off. Perusahaan harus meninggalkan kebiasaan atau beberapa fitur produk, layanan, atau kegiatan agar unik. Perdagangan semacam trade-off, dan produk di dalam rantai nilai, adalah apa yang membuat perusahaan benar-benar istimewa. Ketika perbaikan dalam produk atau dalam rantai nilai tidak memerlukan perdagangan-bersemangat, mereka sering menjadi baru terbaik karena kompetitor dapat melakukannya dengan tidak ada korban untuk mereka yang ada cara persaingan. Berusaha menjadi segala sesuatu untuk semua pelanggan hampir menjamin bahwa perusahaan tidak akan ada keuntungan. Kelima, strategi mendefinisikan bagaimana semua elemen dari sebuah perusahaan yang tidak sesuai bersama. Sebuah strategi melibatkan membuat pilihan sepanjang rantai nilai yang saling terkait; semua kegiatan perusahaan harus saling memaksa. Sebuah design produk perusahaan, misalnya, harus memperkuat pendekatan ke proses manufaktur, dan keduanya harus penggunaan jalan itu melakukan layanan purna jual. Fit tidak hanya meningkatkan keuntungan kompetitif tetapi juga membuat strategi sulit untuk meniru. Saingan dapat menyalin satu atau kegiatan produk fitur cukup mudah, tapi akan lebih banyak kesulitan duplicating keseluruhan sistem persaingan.  Terakhir, melibatkan strategi ke arah kesinambungan. Perusahaan harus menentukan suatu nilai yang akan mewakili, meskipun yang berarti meninggalkan kebiasaan kesempatan tertentu. Tanpa kontinuitas dari arah ini sulit perusahaan untuk mengembangkan keterampilan unik dan aset atau membangun reputasi kuat dengan pelanggan. Terus meningkatkan sebuah kebutuhan, tetapi harus selalu dipandu oleh arah strategis.

Belum Adanya Strategi

Banyak dari pelopor Internet bisnis, baik dot.coms dan perusahaan, telah bersaing dalam cara yang melanggar hampir setiap aturan yang baik dan fokus pada keuntungan, mereka telah berusaha untuk memaksimalkan pendapatan dan pangsa pasar di semua biaya, mengejar pelanggan melalui diskon, promosi, saluran insentif, dan berat periklanan. Daripada berkonsentrasi pada pengiriman yang mendapatkan nilai riil yang menarik harga dari pelanggan, mereka telah diikuti langsung pendapatan dari sumber seperti periklanan dan klik-melalui biaya dari Internet commerce partners.

Internet dan Rantai Nilai

Dasar alat untuk memahami pengaruh teknologi informasi pada perusahaan adalah nilai-rantai kegiatan yang melalui produk atau layanan dibuat dan dikirimkan kepelanggan. Rantai nilai adalah kerangka untuk mengidentifikasi semua kegiatan ini dan menganalisis bagaimana mereka mempengaruhi kedua perusahaan dan biaya nilai dikirimkan ke pembeli. Karena setiap kegiatan yang melibatkan penciptaan, pengolahan, dan komunikasi informasi, teknologi informasi yang dapat memiliki pengaruh pada rantai nilai. Keuntungan khusus dari internet adalah kemampuan untuk terhubung dengan satu kegiatan dan membuat data real-time yang dibuat dalam satu kegiatan yang tersedia secara luas, baik di dalam perusahaan dan di luar dengan pemasok, saluran, dan pelanggan.

Aplikasi menonjol di rantai nilai

gbr2

Meskipun teknologi Internet dapat melakukan banyak hal berguna sekarang ini dan akan meningkatkan di masa yang akan datang, tetapi tidak dapat melakukan segalanya. Batas yang meliputi:

–          Pelanggan tidak dapat memeriksa secara fisik, sentuhan, dan tes produk atau mendapatkan di tangan-membantu dalam menggunakan atau memperbaiki mereka.

–          Pengetahuan transfer dibatasi untuk pengetahuan, yang didatangi spontanitas dan pertimbangan yang dapat hasil dari interaksi dengan terampil personil.

–          Kemampuan untuk mengetahui pemasok dan pelanggan (diluar mereka hanya kebiasaan pembeli) dibatasi oleh kurangnya tatap muka kontak.

–          Kurangnya kontak dengan manusia pelanggan menghilangkan daya untuk mendorong pembelian, syarat dan ketentuan perdagangan, memberikan saran dan hiburan, menangani dan penutupan.

–          Penundaan yang terlibat dalam menavigasi situs dan mencari informasi yang diperkenalkan oleh persyaratan untuk pengiriman langsung.

–          Tambahan biaya logistik yang diperlukan untuk berkumpul, pak, dan memindahkan pengiriman.

–          Perusahaan tidak dapat mengambil keuntungan dari biaya rendah yang dilakukan oleh fungsi penjualan, saluran distribusi, dan pembelian departemen (seperti kinerja dan layanan).